Pengusaha Ingatkan Dampak Unjuk Rasa Terhadap Kondisi Ekonomi Domestik
Penulis : Arnoldus Kristianus 27 Aug 2026 | 13:01 WIB
Petugas kepolisian dan mahasiswa duduk bersama saat berlangsung unjuk rasa di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (18/8/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme serta pelaksanaan reforma agraria. (Foto: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)
JAKARTA,investor.id – Kalangan pengusaha menilai terjadinya demonstrasi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Kamis (27/8/2026) menjadi hal yang harus diwaspadai terhadap kondisi ekonomi domestik. Terutama bila demonstrasi secara berkelanjutan dan belum dapat ditangani oleh pemerintah.
“Aksi ini tetap menjadi sinyal yang perlu diperhatikan. Apabila demonstrasi berlangsung berulang, meluas, disertai kekerasan, atau mengganggu fasilitas publik dan pusat kegiatan ekonomi, persepsi risiko Indonesia dapat meningkat,” ucap Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral dan Batubara Indonesia (Aspebindo) Anggawira pada Kamis (27/8/2026).
Pihaknya meminta seluruh pihak perlu menjaga situasi tetap kondusif. Dari sisi pemerintah harus mendengar dan memberikan respons yang jelas, peserta aksi menyampaikan aspirasi secara damai, dan aparat menjaga keamanan secara humanis serta terukur.
“Stabilitas yang dibutuhkan dunia usaha bukan berarti menutup ruang kritik, melainkan memastikan demokrasi dan kegiatan ekonomi dapat berjalan secara bersamaan,” tutur Anggawira.
Dengan kepelikan yang terjadi saat ini, pelaku usaha cenderung bersikap waspada, belum sampai pada penghentian ekspansi secara luas. Keputusan investasi dan perekrutan biasanya tidak berubah hanya karena satu hari demonstrasi. Kendati demikian perusahaan yang sedang mempertimbangkan investasi besar mungkin melakukan evaluasi tambahan atau menunggu kejelasan situasi beberapa hari ke depan.
“Faktor yang lebih menentukan tetap kepastian kebijakan, prospek permintaan, biaya usaha, dan stabilitas ekonomi secara keseluruhan,” tutur Anggawira.
Bila demonastrasi masih dapat dimitigasi pemerintah maka dampaknya lebih banyak bersifat jangka pendek, seperti kemacetan, perubahan rute distribusi, penurunan kunjungan ke pusat usaha sekitar lokasi, serta penyesuaian jam kerja. Dampak jangka menengah dan panjang baru muncul apabila ketegangan berlangsung terus-menerus, tidak ada kanal dialog yang efektif, atau muncul ketidakpastian terhadap arah kebijakan pemerintah.
“Sebaliknya, apabila aspirasi ditangani dengan baik, demonstrasi justru dapat menjadi masukan untuk memperbaiki tata kelola dan memperkuat kepercayaan publik,” terang Anggawira.
Dia mengatakan risiko meningkat apabila demonstrasi berkembang menjadi ketidakstabilan berkepanjangan, menimbulkan gangguan logistik, atau direspons dengan kebijakan yang tidak konsisten. Dalam hal ini, investor tidak hanya melihat jumlah massa, tetapi juga kualitas pengelolaan keamanan, komunikasi pemerintah, kepastian hukum, dan kemampuan negara menjaga aktivitas ekonomi.
“Oleh karena itu, pemerintah dan aparat perlu mengedepankan pendekatan persuasif dan proporsional, sementara penyelenggara aksi juga perlu memastikan aspirasi disampaikan secara damai,” pungkas dia.
Editor: Arnoldus Kristianus
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Target Pajak Diharapkan Tak Menghambat Dunia Usaha
Keyakinan Konsumen Masih di Level Optimistis
IKK Melorot Terus, Airlangga Sebut Efek Normalisasi Pasca-Idulfitri
Ekspansi Bisnis Terhambat Suku Bunga Tinggi
Kuasai Soft Skill, Jaga Integritas, dan Tumbuh Bersama
Market 3 menit yang lalu 2 Saham Jadi Sasaran Jual Asing Asing net sell dua saham pada sesi I perdagangan di BEI, seiring pelemahan harga kedua saham.
Market 7 menit yang lalu IHSG Menguat di Tengah Sentimen Global dan Demo IHSG hari ini menguat di tengah sentimen global, calon Gubernur BI, aksi demo, dan penantian pidato Kevin Warsh.
Market 41 menit yang lalu Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026, Simak Update-nya Harga emas perhiasan hari ini, Kamis siang (27/8/2026), di Raja Emas Indonesia dan Hartadinata Abadi (HRTA), dan Laku Emas. Simak update-nya
Market 57 menit yang lalu IHSG Melesat, Saham-Saham Ini Cuan Maksimal hingga Mentok ARA IIHSG hari ini melesat 0,7% pada sesi I. Sejumlah saham cuan maksimal hingga mentok ARA dan masuk daftar top gainers, termasuk CBUT
Business 1 jam yang lalu Konektivitas Industropolis Batang Diperkuat PT KAI tengah mengkaji pembangunan konektivitas angkutan barang dari dan menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow