91 Warga Malaysia Hilang Kontak di Banjir Nepal-China dan Monyet Serbu Permukiman Bandar Lampung
Sebanyak 91 warga Malaysia dilaporkan hilang kontak akibat banjir bandang yang melanda perbatasan Nepal dan China. Dari jumlah tersebut, 55 orang hilang kontak di Nepal dan 36 di China, menurut Kementerian Luar Negeri Malaysia pada Sabtu malam.
Kementerian Luar Negeri Malaysia menyatakan terus berkoordinasi dengan otoritas China dan Nepal serta melakukan verifikasi informasi untuk menghindari duplikasi data. Proses komunikasi dengan keluarga korban juga sedang berlangsung sesuai prosedur konsuler.
Pejabat konsuler Malaysia telah menghubungi keluarga terdekat untuk menyampaikan perkembangan terkini dan menegaskan informasi pribadi tidak akan dipublikasikan tanpa izin keluarga.
Di Bandar Lampung, puluhan monyet ekor panjang berkeliaran di permukiman warga di kawasan Pahoman. Monyet-monyet ini turun dari hutan mencari makanan terutama buah jambu, dan biasanya muncul dua hingga tiga kali per minggu pada pagi hari sekitar pukul 06.30 WIB.
Dwi Prihatini, warga setempat, menyampaikan bahwa kawanan monyet tersebut sering datang dalam jumlah puluhan dan masuk ke halaman rumah warga untuk memetik buah.
Di Kota Bandung, ormas Front Persaudaraan Islam (FPI) menggelar aksi damai di depan gudang distribusi miras di Jalan Soekarno Hatta pada Jumat. Aksi ini menutup sebagian akses jalan dan dijaga ketat polisi.
Salah satu orator menyatakan keprihatinan karena peredaran miras yang dianggap merusak generasi muda dan meminta agar gudang tersebut segera ditutup.
Perwakilan Advokat Persaudaraan Islam Jawa Barat, Hendi, mengatakan aksi ini sebagai respons atas insiden penistaan ayat suci Al-Quran yang terjadi di Jakarta beberapa waktu lalu dan menuntut penutupan gudang miras tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow