Rusia Tuding NATO Sengaja Lemahkan Peran PBB di Tingkat Global
Pemerintah Rusia menuding aliansi militer NATO sengaja melemahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara sistematis agar dapat dijadikan alat kontrol kepentingan politik negara-negara Barat, sebagaimana dilansir dari Investor Daily pada Rabu (2/9/2026).
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyatakan bahwa aliansi Barat tersebut telah lama menyiapkan agenda rahasia untuk merongrong efektivitas dan peran PBB di panggung internasional.
"Merek memiliki rencana rahasia terhadap PBB. Rencana itu sudah ada sejak lama, sebab pada dasarnya mereka ingin membubarkan PBB atau membuatnya menjadi makin lemah," kata Zakharova.
Kementerian Luar Negeri Rusia menilai NATO secara bertahap mengikis independensi PBB. Upaya tersebut bertujuan agar PBB tidak lagi mampu menyelesaikan konflik internasional secara mandiri dan hanya berfungsi sebagai instrumen penunjang kebijakan geopolitik Barat.
Zakharova menambahkan bahwa keberadaan PBB sebagai organisasi dunia yang inklusif dan universal justru dipandang sebagai tantangan bagi dominasi Barat. Ia juga menyoroti enggan melunasi iuran keanggotaan oleh sejumlah negara Barat sebagai bukti minimnya komitmen mereka.
"Bagi negara-negara Barat, keberadaan PBB sebagai organisasi yang menyeluruh dan universal dianggap sebagai ancaman yang harus dilemahkan. Mereka ingin mengubahnya dari lembaga dunia yang independen menjadi sekadar instrumen untuk mencapai kepentingan tertentu," kata Zakharova.
Tudingan ini mengemuka saat hubungan Rusia dan NATO berada di titik terendah akibat peningkatan ketegangan geopolitik global dan krisis di Ukraina. Di sisi lain, efektivitas PBB dalam meredakan krisis global kerap menghadapi kendala akibat penggunaan hak veto anggota tetap Dewan Keamanan serta masalah finansial akibat penunggakan iuran dari negara anggota.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow