Demonstrasi di Sekitar DPR Jakarta Berlanjut hingga Dini Hari
Aksi demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR RI Jakarta berlangsung dari Kamis malam hingga Jumat dini hari, menyebabkan gangguan di kawasan Slipi dan Petamburan serta di Jalan Jenderal Gatot Subroto.
Hingga pukul 03.00 WIB, massa masih berkumpul di beberapa titik, sementara arus lalu lintas belum kembali normal. Pada pukul 05.25 WIB, beberapa gerbang Tol Dalam Kota masih ditutup, dan pengendara diimbau memakai jalur alternatif Tol Layang Ir Wiyoto Wiyono atau JORR, sebagaimana dilaporkan oleh Detik iNET.
Di media sosial X, tagar #WargaJagaWarga digunakan untuk berbagi informasi dan mengingatkan masyarakat agar tetap waspada di sekitar lokasi aksi.
Salah satu unggahan menyebut kondisi di sekitar Slipi masih ramai dan ada bentrokan yang menyebabkan akses kereta lumpuh. "Terpantau pukul 05.19 masih terjadi bentrokan, akses kereta masih lumpuh, di bawah flyover Slipi masih Full chaos, stay safe everyone #wargajagawarga," ujar salah satu pengguna X.
Unggahan lain menginformasikan bahwa kereta dari Serpong menuju Tanah Abang tidak mencapai Stasiun Tanah Abang dan hanya sampai Stasiun Palmerah.
KAI Commuter telah menyiapkan personel tambahan di stasiun-stasiun strategis seperti Palmerah dan Tanah Abang untuk mengantisipasi kondisi ini.
Pengguna X juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati saat melintas di lokasi aksi. "#WargaJagaWarga hati hati guyssss, lihat kanan kiri yaaaaa, duhhh," tulis salah satu netizen.
Ada juga pesan yang mengajak peserta aksi dan warga sekitar agar pulang dengan selamat. "Pulanglah, Sampai rumah dengan selamat ya, itu kemenangan juga... #WARGAJAGAWARGA," ucap pengguna lain.
Tagar #WargaJagaWarga berfungsi sebagai sarana berbagi informasi kondisi terkini dan imbauan keselamatan selama aksi berlangsung.
Beberapa jam sebelumnya, sekitar tengah malam, ada seruan agar massa meninggalkan kawasan DPR dan tidak melakukan perusakan. "Pulang kalian wey jgn buat makar, demo 27 Agustus di DPR RI sdh selesai. Jgn rusak jakarta," bunyi pesan tersebut.
Selain itu, RUU Perampasan Aset menjadi topik hangat dalam aksi tersebut, dengan DPR menargetkan pengesahan RUU itu paling lambat 15 Desember 2026.
Saat situasi di lapangan masih berkembang, masyarakat yang melintas di sekitar DPR, Slipi, Palmerah, dan Tanah Abang disarankan memantau pembaruan resmi terkait kondisi lalu lintas dan transportasi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow