Adib Soroti Ketidaksesuaian Data Desil Bansos dengan Kondisi Masyarakat
Adib mengkritik penggunaan data desil dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) yang dinilai sudah tidak sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini.
Menurut Adib, data yang menjadi dasar pengelompokan desil tidak sepenuhnya menggambarkan keadaan sebenarnya, bahkan ada yang tinggal di rumah kontrakan tapi masuk dalam desil 7.
"Saya bahkan menemukan orang yang rumahnya ngontrak, dia masuknya desil 7. Kan enggak ketemu di akal, gitu loh," ujar Adib di Kompleks Parlemen pada Rabu (2/9/2026).
Adib menekankan perlunya pemanfaatan teknologi informasi untuk memperbaiki sistem pendataan agar data yang dimiliki pemerintah selalu diperbarui dan dapat digunakan dalam berbagai kondisi.
"Harusnya itu memang data diambil dari bawah: RT, RW, verifikasi kelurahan, kecamatan, dinas terkait, naik terus gitu loh," tambahnya, menjelaskan proses verifikasi data secara berjenjang.
Ia juga menilai perubahan kondisi ekonomi masyarakat membuat status desil seseorang tidak bisa dianggap tetap dan perlu ada pembaruan data secara rutin.
"Belum tentu orang yang desilnya 10 sekarang kaya, bisa juga dia sekarang jadi desil 1. Karena perlu aktualisasi atau perubahan data atau verifikasi faktual data itu," lanjut Adib.
Selain itu, Adib menyoroti dampak pandemi Covid-19 yang menyebabkan perubahan kondisi ekonomi masyarakat sehingga data desil harus diupdate secara berkala.
"Kan perubahan ketika efek setelah Covid itu kan banyak. Belum tentu dia jadi kaya terus, belum tentu juga dia jadi miskin terus gitu loh. Jadi desil itu bisa berubah, makanya perlunya sensus di situ kan?" keluh Adib.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow