Ukraina Serang Rusia Pakai 600 Drone dan Rudal Jelajah Flamingo

Smallest Font
Largest Font

Pasukan militer Ukraina melancarkan gelombang serangan udara masif menggunakan 600 drone serta rudal jelajah FP-5 Flamingo ke wilayah Moskow dan sejumlah fasilitas strategis Rusia hingga Minggu (16/8/2026) pagi.

Serangan jarak jauh tersebut menewaskan sedikitnya empat orang di Rusia serta merusak fasilitas industri antariksa di Samara dan pangkalan udara jet tempur MiG-31 di Nizhny Novgorod.

Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengonfirmasi serangan udara berlangsung melintasi wilayahnya sejak malam hari hingga pukul 06.30 waktu setempat, dengan 201 drone berhasil dijatuhkan pertahanan udara.

Gubernur wilayah Moskow Andrei Vorobyov melaporkan seorang pria berusia 83 tahun tewas di Podolsk setelah gudang milik pengecer daring Wildberries dihantam serangan drone.

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim total 822 drone Ukraina berhasil dijatuhkan di berbagai kawasan, sementara tiga orang lainnya tewas akibat serangan di wilayah Rostov.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi penggunaan rudal jelajah Flamingo buatan dalam negeri untuk menargetkan pabrik roket RKC Progress yang berjarak 900 kilometer dari perbatasan.

Penyerangan terhadap fasilitas pembuatan roket tersebut ditujukan untuk menekan potensi militer Rusia sekaligus menghambat pengembangan jaringan internet satelit Rassvet pesaing Starlink.

"Penting bagi potensi perang Rusia untuk dikurangi. Perdamaian dibutuhkan, dan hal ini harus terlihat di Rusia melalui kerusakan nyata terhadap fasilitas-fasilitas tertentu," kata Zelensky, Presiden Ukraina.

Sementara itu, otoritas militer Ukraina juga memanfaatkan saluran informasi digital seperti Telegram untuk mendistribusikan peringatan dini serangan balasan balistik Rusia kepada warga sipil di Kyiv.

Pengelola saluran pemantau Aeris Rimor bernama samaran Esko memantau pergerakan radar militer secara langsung demi memperingatkan ratusan ribu pengikutnya saat ancaman muncul.

"Oh, ada rudal menuju Kyiv," ujar Esko, Administrator Saluran Telegram Aeris Rimor.

Ia langsung mengirimkan pesan bertuliskan "TARGET KYIV!" lengkap dengan estimasi waktu dampak ledakan yang tersisa satu menit.

"Benar-benar harus terus berjaga dan menatap layar sepanjang waktu karena Anda bisa dengan mudah melewatkannya," kata Esko, Administrator Saluran Telegram Aeris Rimor.

Pria berusia 19 tahun itu mengaku masyarakat kerap menghubungi dirinya secara langsung untuk meminta arahan evakuasi.

"Anda hanya bisa mengatakan: sesuatu mungkin terjadi... tetapi putuskan sendiri," ujar Esko, Administrator Saluran Telegram Aeris Rimor.

Meskipun serba terbatas, warga ibu kota seperti Kateryna Reshetnyk mengandalkan analisis saluran Telegram tersebut untuk menentukan keputusan berlindung di stasiun kereta bawah tanah.

"Tetapi tidak ada yang tahu pasti apa yang akan atau tidak akan terjadi. Anda hanya mengandalkan intuisi dan naluri untuk bertahan hidup," ujar Reshetnyk, Warga Kyiv.

Ia memboyong keluarganya tidur di stasiun metro demi menghindari potensi hantaman rudal malam hari.

"Kami memantau apa yang sedang terjadi dan di mana lokasinya karena kerabat, teman, dan kolega kami tersebar di seluruh Kyiv dan wilayah sekitarnya. Jadi setidaknya kami memahami apa yang terjadi dan di mana," ujar Reshetnyk, Warga Kyiv.

Angkatan Udara Ukraina secara resmi menoleransi keberadaan saluran pemantau independen tersebut karena dinilai membantu masyarakat menghadapi kepungan rudal.

"Kami tidak bisa melarang mereka. Mereka ada, mereka memberikan informasi kepada masyarakat, dan bagi sebagian orang hal itu memang memudahkan," ujar Yuri Ignat, Juru Bicara Angkatan Udara Ukraina.

Namun, pihak militer mengingatkan agar pengelola saluran sipil tidak membagikan rincian data intelijen secara berlebihan.

Proses pemantauan nonstop diakui Esko sangat menyita fisik dan mentalnya di tengah gempuran serangan yang fluktuatif.

"Anda terus menunggu, menunggu, menunggu, kemudian mulai mengunggah peringatan karena ketegangan meningkat. Namun, tidak terjadi apa-apa. Anda mengunggah lagi, dan tidak terjadi apa-apa... Lalu mereka menyerang," ujar Esko, Administrator Saluran Telegram Aeris Rimor.

Di wilayah perbatasan lain seperti koridor transportasi Bryansk, insiden intensif juga dilaporkan menyasar kendaraan logistik sipil dan truk kargo asal Belarusia serta Iran di sepanjang jalan raya A-240.

Gubernur wilayah Rostov Yuri Sliusar mengonfirmasi kerusakan bangunan permukiman dan stasiun kereta api di Kamensk-Shakhtinsky akibat puing-puing drone yang ditembak jatuh.

"Para dokter sedang memberikan semua bantuan yang diperlukan," ujar Sliusar, Gubernur Wilayah Rostov.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed