Gempuran Drone Rusia di Kyiv Sasar Gudang dan Tewaskan 37 Orang

Smallest Font
Largest Font

Serangkaian serangan drone Rusia menghantam sejumlah gudang dan pemukiman di wilayah Kyiv, Ukraina, hingga Sabtu (29/8/2026) dan mengakibatkan sedikitnya 37 orang tewas serta puluhan lainnya luka-luka.

Gelombang gempuran udara berturut-turut tersebut memicu ledakan besar dari fasilitas penyimpanan yang diduga menjadi lokasi penampungan amunisi, sekaligus merusak belasan gedung apartemen, rumah pribadi, dan jaringan listrik di sekitarnya. Insiden ini juga memaksa lebih dari 200 warga, termasuk anak-anak, dievakuasi dari kawasan terdampak.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan pembukaan penyelidikan kriminal terkait kelayakan penempatan gudang amunisi yang berdekatan dengan kawasan pemukiman sipil, panti jompo, dan fasilitas penyandang disabilitas. Ia menegaskan pihak berwenang bakal mengusut tuntas dugaan kelalaian pengelolaan fasilitas berbahaya tersebut.

Penyelidikan terpisah juga diluncurkan untuk memproses hukum pihak-pihak yang dinilai bertanggung jawab atas penempatan persenjataan di area pemukiman warga.

"Membuat kesalahan yang sama selama tahun kelima invasi skala penuh adalah kelalaian kriminal," kata Perdana Menteri Ukraina Serhii Koretskyi, seperti dilaporkan The New York Times.

Penegasan tersebut disampaikan guna memastikan seluruh pihak yang bersalah mendapat hukuman setimpal agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.

"Dan semua pihak yang bertanggung jawab, tanpa terkecuali, harus menghadapi hukuman berat agar situasi seperti ini tidak terjadi lagi," sambung Serhii Koretskyi.

Pemerintah daerah mengonfirmasi dampak kerusakan mencakup 14 gudang, 16 rumah warga, tiga gedung apartemen, serta 16 unit kendaraan. Serangan tersebut juga memicu strategi double tap yang membahayakan tim medis dan penyelamat di lapangan.

"Sebuah drone kedua menghantam salah satu lokasi setelah tim darurat dikerahkan," kata Badan Layanan Darurat Negara Ukraina, sebagaimana dilansir dari The Associated Press.

Proses evakuasi darurat terus berjalan di tengah asap pekat yang menyelimuti area pinggiran kota. Wilayah Kyiv menetapkan hari berkabung resmi untuk menghormati para korban tewas.

"Lebih dari 200 orang telah dievakuasi dari lokasi, termasuk anak-anak," tulis Kepala Komando Militer Wilayah Kyiv Timur Tkachenko melalui Telegram.

Pasukan pertahanan udara Ukraina dilaporkan mulai menguras cadangan rudal pendorong akibat intensitas serangan udara Rusia yang menggunakan drone bertenaga jet berkecepatan tinggi.

"Rusia meluncurkan sejumlah kecil drone bertenaga jet yang bergerak cepat secara bergelombang dalam upaya melumpuhkan ibu kota," kata Kepala Pusat Penanggulangan Disinformasi Dewan Keamanan Nasional dan Pertahanan Ukraina Andrii Kovalenko.

Taktik penyebaran drone bergelombang ini dirancang untuk menciptakan tekanan psikologis beruntun kepada warga sipil di ibu kota.

"Tujuannya adalah menguras pertahanan udara dan menguras tenaga penduduk," kata Andrii Kovalenko.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan pasukannya berhasil mengoperasikan serangan malam hari yang menargetkan fasilitas penyimpanan rudal jelajah Flamingo dan bahan bakar pendorong roket milik militer Ukraina di wilayah Kyiv.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed