Rusia Siapkan Serangan Masif ke Fasilitas Energi Ukraina
Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan persiapan serangan udara masif terhadap infrastruktur energi Ukraina pada Senin (31/8/2026), dilansir dari Investor Daily. Langkah balasan ini memicu ancaman krisis energi parah di Ukraina menjelang masuknya musim dingin.
Pengumuman tersebut dipublikasikan beberapa hari setelah serangan udara Rusia menghantam gudang penyimpanan amunisi di desa Myla, sebelah barat Kyiv. Insiden mematikan itu merenggut 38 korban jiwa dan menyebabkan empat orang hilang.
Pemerintah Rusia menegaskan bahwa rencana gempuran udara ini menyasar target-target spesifik di wilayah Ukraina.
"Pasukan Bersenjata Federasi Rusia telah mulai mempersiapkan serangan masif terhadap fasilitas energi Ukraina sebagai balasan atas serangan berlanjut dari rezim Kyiv terhadap infrastruktur sipil serta fasilitas bahan bakar dan energi Rusia," tulis Kementerian Pertahanan Rusia.
Penempatan bahan peledak di dekat area pemukiman warga menjadi pemicu tingginya jumlah korban jiwa dalam ledakan gudang amunisi tersebut. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan kecaman keras atas insiden mematikan di dekat ibu kota Kyiv itu.
"Ini adalah konsekuensi dari kelalaian luar biasa dari pihak-pihak yang menyimpan bahan peledak di pemukiman warga," ujar Zelensky.
Guna menahan laju serangan udara Rusia, Ukraina terus mengintensifkan serangan drone jarak jauh ke kilang minyak serta depot logistik di wilayah Rusia. Namun, keterbatasan sistem pertahanan udara membuat kota-kota besar di Ukraina tetap rentan dari gempuran rudal musuh.
CEO produsen drone Ukraina Fire Point, Iryna Terekh, memperingatkan kondisi sulit yang bakal dihadapi masyarakat sipil saat cuaca ekstrem membeku mulai menerpa.
"Musim dingin akan segera tiba. Musim dingin lalu sangat berat bagi Ukraina dan kota-kota besar pada umumnya. Musim dingin kali ini tidak akan lebih mudah, bahkan kemungkinan jauh lebih sulit," tegas Terekh.
Eskalasi perang asimetris yang menargetkan jaringan listrik dan fasilitas migas ini terus mengancam stabilitas ekonomi serta ketahanan energi kedua negara.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow