Trump Sebut AS Negosiasi dengan Iran Saat Konflik Memanas

Smallest Font
Largest Font

Jeda serangan udara Amerika Serikat di Iran diwarnai klaim negosiasi oleh Presiden Donald Trump pada Senin (27/7/2026), meskipun serangan pesawat nirawak terus menghantam negara-negara tetangga Iran dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tiba di Washington.

Pemerintah AS mendadak menghentikan kampanye pengeboman selama dua minggu pada Sabtu lalu. Kebijakan tersebut diambil menyusul masukan dari komandan militer AS terkait keterbatasan sasaran tembak serta kekhawatiran atas penipisan persediaan amunisi udara.

Penangguhan operasi militer tersebut berdampak langsung pada pasar energi global. Harga minyak mentah AS merosot 8,21 persen menjadi 81,98 dolar AS per barel, sementara minyak mentah jenis Brent turun 9,31 persen ke level 87,77 dolar AS per barel.

Di tengah penghentian pengeboman, Presiden Trump mengklaim adanya komunikasi langsung dengan pihak Teheran mengenai potensi kesepakatan damai.

"Kami melakukan pembicaraan yang baik," kata Trump, Presiden Amerika Serikat.

Trump menambahkan bahwa ada peluang terjadinya kesepakatan untuk mengakhiri pertempuran.

"Saya pikir ada kesempatan baik bahwa sesuatu bisa terjadi, dan jika itu terjadi, bagus, jika tidak, kita kembali melakukan apa yang kita lakukan dua hari lalu," ujar Trump, Presiden Amerika Serikat.

Dalam kesempatan terpisah saat berkampanye di Michigan, Trump kembali menegaskan sikap tegasnya terhadap Iran sebelum membuka peluang negosiasi.

"Anda tidak bisa menyuap mereka. Anda harus mengalahkan mereka, dan kita akan mengalahkan mereka habis-habisan. Tapi kita akan lihat bagaimana hasilnya. Saat ini, ada negosiasi yang sangat bersahabat yang sedang berlangsung," kata Trump, Presiden Amerika Serikat.

Pernyataan Trump mengenai negosiasi langsung dibantah oleh Kementerian Luar Negeri Iran. Pihak Teheran menegaskan bahwa pertukaran pesan sejauh ini hanya dilakukan melalui perantara pihak ketiga.

"Ini bukan berada dalam DNA kami," kata Esmail Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran.

Baghaei mengklarifikasi bahwa laporan yang menyebut Iran meminta negosiasi langsung adalah hasil rekayasa, meski pihaknya tidak menolak diplomasi.

Ketegangan di lapangan tetap tinggi setelah Arab Saudi, Yordania, dan Irak melaporkan serangan drone pada hari Senin. Arab Saudi berhasil menembak jatuh drone yang mengincar fasilitas minyak di Riyadh, yang diduga diluncurkan kelompok bersenjata asal Irak sokongan Iran. Pada saat bersamaan, kelompok Houthi di Yaman mengklaim menyerang Pipa Timur-Barat menuju pelabuhan Yanbu di Laut Merah.

Di jalur perairan strategis, militer Iran menuduh AS memblokir lautan secara ilegal dan menyatakan tetap memegang kendali penuh atas Selat Hormuz. Media pemerintah Iran melaporkan petugas memutar balik enam kapal yang mencoba melintas tanpa izin pada hari Senin.

Isu konflik Iran menjadi agenda utama kedatangan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Washington D.C., yang juga dijadwalkan menghadiri pemakaman mendiang Senator Lindsey Graham.

"Tentu saja, tujuan kami adalah menjaga keamanan kami dan juga memperluas lingkaran perdamaian di sekitar kami. Saya memulai misi ini dengan satu tujuan jelas — untuk memastikan keamanan, kekuatan, dan masa depan Negara Israel yang kami cintai," kata Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel.

Sebelum keberangkatannya, Netanyahu menegaskan pentingnya pertemuan kedelapannya dengan Trump sejak sang presiden AS terpilih kembali.

"Saya sedang dalam perjalanan ke Washington untuk bertemu dengan sahabat kita, Presiden Donald Trump," ujar Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel.

Netanyahu menggarisbawahi tanggung jawab besar yang diembannya dalam menghadapi situasi geopolitik yang rumit.

"Ini adalah hak istimewa yang besar, tetapi ini juga merupakan tanggung jawab yang besar," kata Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel.

Ia menyampaikan pentingnya mengombinasikan ketegasan dan kebijaksanaan dalam mengawal agenda keamanan kawasan.

"Dari pengalaman saya sebagai perdana menteri, di masa-masa rumit ini, seseorang harus bertindak dengan tekad yang besar dan kebijaksanaan yang besar. Kita akan membahas semua masalah dalam agenda, dengan Iran di barisan paling depan," tutur Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel.

Penutupan pernyataan Netanyahu difokuskan pada penghormatan terakhir bagi mendiang Senator AS yang dinilainya sebagai sekutu terdekat Israel.

"Dan saya juga berangkat untuk tujuan tambahan: untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sahabat kami, seorang sahabat sejati saya dan Negara Israel — Lindsey Graham, salah satu sahabat terbesar Negara Israel sepanjang masa," kata Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel.

Netanyahu yakin misinya ke Amerika Serikat mewakili aspirasi seluruh warga Israel.

"Dan saya yakin bahwa dalam hal ini, saya mewakili Anda juga, warga Israel," ujar Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel.

Hasil survei Reuters/Ipsos menunjukkan hanya satu dari tiga warga AS yang mendukung perang dengan Iran. Meskipun demikian, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Trump mencatatkan kenaikan tipis menjadi 37 persen.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed