Donald Trump Sebut Negosiasi AS dan Iran Alami Hambatan Besar
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan proses diplomasi dan negosiasi antara negaranya dengan Iran mengalami hambatan besar akibat ketidakpastian struktur kepemimpinan di Teheran, sebagaimana dilaporkan stasiun radio 77 WABC pada Jumat (21/8/2026).
Hambatan tersebut muncul lantaran sejumlah figur penting dalam jajaran pemerintahan Iran tewas dalam beberapa waktu terakhir, seperti dilaporkan Investor Daily. Kondisi ini membuat kejelasan mengenai pihak yang memegang kendali penuh di negara tersebut menjadi abu-abu.
"Sebagian dari masalahnya adalah begitu banyak pemimpin yang telah tiada. Tidak mudah untuk mencapai kesepakatan. Tak ada yang tahu siapa yang memimpin," ujar Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Pernyataan Trump mengemuka setelah dirinya resmi mengumumkan operasi ekonomi berskala besar terhadap Iran pada Rabu (19/8/2026), sembari menyerukan para sekutu AS untuk mendukung langkah tersebut. Kementerian Luar Negeri Iran langsung merespons keras dan mengategorikan kebijakan pembatasan AS sebagai bentuk terorisme ekonomi.
Krisis kepemimpinan di Iran sendiri bermula dari serangan militer pada 28 Februari 2026 yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Meski sang putra, Mojtaba Khamenei, telah ditunjuk melanjutkan tampuk kekuasaan, ia belum pernah tampil di publik dan hanya menyampaikan pesan tertulis melalui saluran media resmi pemerintah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow