Syngenta Indonesia Luncurkan Insektisida Simodis di Jember

Smallest Font
Largest Font

Syngenta Indonesia meluncurkan inovasi perlindungan tanaman berbasis teknologi Plinazolin bernama Simodis di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada 27 Agustus 2026. Langkah ini diambil untuk membantu para petani mengatasi serangan hama thrips yang kerap menurunkan produktivitas serta kualitas panen cabai di Indonesia, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Acara peluncuran produk insektisida ini dihadiri oleh 285 petani dari wilayah Jember dan Banyuwangi. Pemilihan Jember sebagai lokasi peluncuran perdana di Indonesia didasari oleh posisinya sebagai salah satu sentra utama produksi cabai di Jawa Timur, yang mencatatkan produksi hingga 176.234 kuintal sepanjang tahun 2024 berdasarkan data Badan Pusat Statistik.

Pengendalian hama thrips dinilai sangat krusial karena serangan organisme pengganggu tanaman tersebut berpotensi merusak bagian pucuk, daun, bunga, hingga buah cabai. Ancaman hama ini juga cenderung meningkat ketika terjadi fenomena El Nino yang menyebabkan cuaca kemarau berlangsung lebih panjang.

National Sales Head Syngenta Indonesia, Fauzi Tubat menjelaskan kondisi yang dihadapi para petani di lapangan.

"Karena itu, perlu inovasi perlindungan tanaman yang membantu petani menghadapi berbagai tantangan budi daya, tepatnya menjawab tantangan budi daya cabai," ujar Fauzi Tubat, National Sales Head Syngenta Indonesia.

Ia menuturkan bahwa petani hortikultura menghadapi tantangan kekeringan, fluktuasi harga komoditas, serta gangguan hama dan penyakit.

"Dua hal pertama berada di luar kendali kita, tapi hama penyakit kita dapat mengupayakannya (mengatasinya) melalui penggunaan produk perlindungan tanaman yang tepat," ujar Fauzi.

Fauzi kemudian merincikan tiga manfaat utama dari penggunaan insektisida ini pada budi daya tanaman cabai.

"Tiga keunggulan utama Simodis untuk budi daya cabai adalah Jago (jago lawan thrips), Unggul (pucuk merekah, daun sehat), serta Sempurna (bunga dan buah mulus)," tandas Fauzi.

Ia menambahkan bahwa kegiatan peluncuran ini juga ditujukan untuk menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Peluncuran ini menjadi bagian dari komitmen Syngenta Indonesia untuk menghadirkan inovasi perlindungan tanaman yang membantu petani menghadapi berbagai tantangan budidaya, sekaligus turut memeriahkan rangkaian perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia," papar Fauzi.

Sementara itu, pihak manajemen Syngenta menekankan pentingnya penggunaan produk sesuai dengan kaidah teknis yang dianjurkan.

"Untuk memperoleh hasil yang optimal sekaligus menjaga keberlanjutan efektivitas pengendalian hama, Syngenta mengingatkan pentingnya penggunaan Simodis sesuai rekomendasi teknis dan petunjuk pada label. Ini inovasi yang digunakan secara bertanggung jawab," jelas Tracy Tey Hui Xiang, Product Manager Syngenta Indonesia.

Penerapan Simodis direkomendasikan pada usia 28, 35, dan 42 hari setelah tanam dengan dosis 600 ml per hektare dan volume semprot 500 liter per hektare. Langkah pergiliran cara kerja bahan aktif juga disarankan untuk mencegah timbulnya resistensi hama dalam jangka panjang.

Sejumlah petani yang telah mengaplikasikan produk tersebut mengonfirmasi adanya perbaikan pada kondisi fisik tanaman dan tingkat kerusakan buah.

"Saya andalkan Simodis untuk mengendalikan thrips. Buah yang bengkok lebih sedikit, nilai jual lebih tinggi," kata Arif Saifur Rohman, petani cabai yang hadir dalam acara peluncuran tersebut.

Kegiatan peluncuran di Jember ini merupakan pembuka dari rangkaian acara pengenalan produk Simodis yang direncanakan berlangsung di lima lokasi di wilayah Indonesia.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed