Menteri Pertanian Ungkap Penjualan Beras Fortifikasi Curang di Jakarta
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap praktik penjualan beras fortifikasi yang tidak sesuai klaim di Jakarta, Selasa (1/8/2026).
Pemeriksaan di empat laboratorium menunjukkan sekitar 90% sampel beras fortifikasi mengandung vitamin yang tidak sesuai dengan label. Produk beras ini dicampur beras analog yang diklaim mengandung gizi tertentu, namun fakta berbeda.
"Harga beras 90% itu tidak benar dan dijual, jadi harusnya ini harga barang, Rp 13.000, tapi dijual Rp 20.000. dijual ada yang Rp 56.000," ujar Amran yang juga Kepala Badan Pangan Nasional dalam rapat dengan Komisi IV DPR.
Amran menyebut pemerintah akan menindaklanjuti izin produk bermasalah, termasuk kemungkinan pencabutan izin.
Menurut Amran, label fortifikasi sengaja dipakai memberikan kesan nilai tambah, padahal kandungan vitamin yang dijanjikan tidak ditemukan.
"Nah, insyaallah mungkin minggu ini, minggu depan, selesai semua prosesnya, kami kirim ke penegak hukum," kata Amran.
Amran juga menyatakan selisih harga yang tidak sesuai mencapai Rp 89,19 triliun. Pemerintah tengah melengkapi data untuk diserahkan ke penegak hukum dan Satgas Pangan.
"Kami sudah menyurat, ini izinnya dicabut. kemudian tidak dikeluarkan lagi izin dulu, dan insyaAllah, kami masih proses terus, supaya datanya betul-betul lengkap," tutup Amran.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow