Siswi SMA Meninggal Dunia Tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu

Smallest Font
Largest Font

Seorang pelajar sekolah menengah atas berinisial AP (14) meninggal dunia setelah tertemper Kereta Rel Listrik di Stasiun Jurangmangu, Ciputat, Tangerang Selatan, pada Senin, 10 Agustus 2026 pukul 16.45 WIB. Peristiwa tersebut sempat menghambat perjalanan KRL Rangkasbitung Line rute Tanah Abang-Parung Panjang.

Aparat kepolisian dari Polsek Ciputat Timur bersama Polres Tangerang Selatan masih mendalami penyebab pasti kematian korban. Petugas keamanan stasiun menemukan tubuh korban yang mengenakan seragam putih abu-abu di jalur perlintasan kereta usai terjatuh dari perlon.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo menyampaikan bahwa pihak kepolisian saat ini belum dapat memastikan penyebab pasti kecelakaan fatal yang menimpa siswi kelas 10 tersebut.

"(Korban) Cewek SMA kelas 10," ujar Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo kepada wartawan, Senin (10/8/2026).

Jasad korban langsung dievakuasi dari area stasiun menuju RSUD Kota Tangerang Selatan guna menjalani proses visum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

"Belum bisa diketahui dulu ya (dugaan bunuh diri atau tidak) , kita lagi mengecek. Korban dibawa ke rumah sakit ke RSUD ya," jelasnya.

Insiden ditempurnya KA 1742D oleh warga di perlintasan Stasiun Jurangmangu tersebut berimbas pada keterlambatan perjalanan rangkaian KRL pada jam sibuk sore hari.

"Mohon maaf atas keterlambatan perjalanan Commuter Line lintas Rangkasbitung, sehubungan adanya salah seorang yang menemper KA 1742D Tanah Abang-Parung Panjang di Stasiun Jurangmangu," kata KAI Commuter, dilihat di akun X-nya, Senin (10/8/2026), pukul 17.37 WIB.

Berdasarkan keterangan awal dari saksi di lokasi kejadian, korban terlihat sedang berada di area peron saat rangkaian kereta api dari arah Tanah Abang mulai memasuki Stasiun Jurangmangu.

"Petugas keamanan yang berada di sekitar lokasi kemudian melihat korban terjatuh ke jalur kereta," kata Bambang dalam keterangannya, Selasa (11/8).

Sebelum insiden terjadi, korban diketahui sedang dalam perjalanan pulang sekolah bersama rekannya. Keduanya memasuki Stasiun Jurangmangu bersama-sama sebelum akhirnya berpisah tempat menunggunya kereta.

"Saksi bersama korban diketahui pulang sekolah dan menuju Stasiun Jurangmangu. Saat berada di stasiun, keduanya kemudian berpisah untuk menunggu kereta di lokasi yang berbeda," ucap Bambang.

Polisi menemukan korban dalam kondisi mengalami luka berat pada bagian kepala. Tim penyidik Polsek Ciputat Timur telah mengamankan barang-barang milik korban dan mengumpulkan keterangan saksi untuk olah TKP.

"Polsek Ciputat Timur masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan rangkaian peristiwa dan penyebab meninggalnya korban," ujarnya.

Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak turut memantau penanganan kasus ini. KemenPPPA berkoordinasi dengan UPTD PPA Kota Tangerang Selatan dan kepolisian setempat.

"Tim Asdep Layanan AMPK KemenPPPA telah melakukan koordinasi awal dengan UPTD PPA Kota Tangerang Selatan dan pemantauan melalui media," kata Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Titi Eko Rahayu saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

KemenPPPA menyampaikan rasa belasungkawa atas insiden yang merenggut nyawa remaja berdomisili di Pondok Ranji tersebut.

"Kami menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya korban, dan berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari," katanya.

Jenazah korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga di kawasan Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed