Pelajar SMA Tewas Tertabrak KRL di Stasiun Jurangmangu
Seorang pelajar perempuan berinisial A (16), siswi kelas 10 SMA, meninggal dunia akibat tertabrak kereta rel listrik di area Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, pada Senin (10/8/2026) pukul 16.30 WIB.
Insiden tersebut melibatkan KA 1742D relasi Tanah Abang–Parung Panjang yang hendak melaju memasuki jalur 2 Stasiun Jurangmangu. Korban mengalami benturan keras saat berada di area lintasan kereta api.
Pihak KAI Commuter menyampaikan keterangan mengenai peristiwa penanganan insiden tersebut melalui media sosial resminya.
"Mohon maaf atas keterlambatan perjalanan Commuter Line lintas Rangkasbitung, sehubungan adanya salah seorang yang menemper KA 1742D Tanah Abang-Parung Panjang di Stasiun Jurangmangu," kata KAI Commuter.
Setelah evakuasi awal dilakukan, operasional kereta sempat dihentikan sementara hingga kondisi lintasan dinyatakan aman.
"Saat ini penemper sudah dievakuasi, dan perjalanan Commuter Line bisa kembali melintas di lokasi," kata KAI Commuter.
Pihak operator juga mengimbau agar seluruh pengguna jasa di stasiun mematuhi petunjuk pengamanan demi keselamatan bersama.
"Kami mengimbau kepada para pengguna untuk mengikuti arahan dan informasi dari petugas di lapangan," kata KAI Commuter.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, mengonfirmasi bahwa penanganan insiden terlaksana segera setelah laporan diterima.
"KAI Commuter melakukan penanganan terhadap insiden orang tertemper yang diduga bunuh diri di Commuter Line di area Stasiun Jurangmangu pada Senin (10/8) sekitar pukul 16.30 WIB," kata Leza Arlan, Manager Public Relations KAI Commuter.
Pihak KAI Commuter terus berkoordinasi dengan apparat kepolisian dan tim medis selama proses evakuasi berlangsung.
"Kami menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang terjadi di Stasiun Jurangmangu. Petugas KAI Commuter bersama pihak terkait telah melakukan penanganan sesuai prosedur dan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, layanan medis dan pihak keluarga tentunya," kata Leza Arlan.
Dampak penanganan evakuasi menyebabkan penundaan jadwal pada beberapa perjalanan Commuter Line relasi Tanah Abang menuju Rangkasbitung.
"Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna Commuter Line atas adanya insiden ini sehingga berdampak pada keterlambatan perjalanan Commuter Line sore ini selama proses penanganan berlangsung. Keselamatan pengguna, petugas, dan perjalanan Commuter Line tetap menjadi prioritas kami," kata Leza Arlan.
Manajemen KAI Commuter menyampaikan belasungkawa mendalam atas insiden tragis yang menimpa korban tersebut.
"KAI Commuter menyampaikan duka dan keprihatinan kepada keluarga atas kejadian tersebut serta menghormati proses penanganan yang dilakukan oleh pihak berwenang," kata Leza Arlan.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, memaparkan situasi saat petugas peron mendeteksi keberadaan korban di lintasan rel.
"Petugas pengamanan yang sedang berdinas di peron melihat seorang penumpang berada di area jalur saat KA 1742D memasuki Stasiun Jurangmangu. Mengetahui kejadian tersebut, petugas segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan pengamanan area," kata Franoto Wibowo, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta.
Pihak Daop 1 Jakarta turut menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa siswi SMA tersebut.
"KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian tersebut," kata Franoto Wibowo.
Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Boy Jumalolo, menyatakan pihak kepolisian masih menggelar olah tempat kejadian perkara untuk memverifikasi penyebab pasti peristiwa ini.
"Belum bisa diketahui dulu, ya, kami lagi mengecek. Nanti kalau sudah ada identifikasi, pengecekan, penyelidikan, [pemeriksaan] saksi-saksi dan sebagainya, baru kami bisa menyimpulkan apa ini," kata AKBP Boy Jumalolo, Kapolres Tangerang Selatan.
Guna mendalami rangkaian kejadian, kepolisian terus mengumpulkan keterangan fakta dari lokasi dan pihak keluarga korban.
"Jasad baru dibawa ke RSUD. Identifikasi, identitas, dan olah TKP segala macam sedang berjalan," kata AKBP Boy Jumalolo.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, menegaskan proses pemeriksaan saksi-saksi di area stasiun sedang berlangsung.
"Korban ditemukan di area rel tersebut berjenis kelamin perempuan. Kami masih meminta keterangan dari pihak di Stasiun Jurangmangu," kata Kompol Bambang Askar Sodiq, Kapolsek Ciputat Timur.
Kepolisian menerapkan metode penyelidikan ilmiah untuk memastikan penyebab jatuhnya korban ke area rel kereta.
"Tidak bisa berandai-andai. Ini kita lakukan proses penyelidikan secara ilmiah yang bisa mengetahui penyebabnya seperti apa dan hasil dari korelasi keterangan para saksi yang dilakukan serta bukti dan petunjuk yang ada," kata Kompol Bambang Askar Sodiq.
Polsek Ciputat Timur berencana meningkatkan koordinasi bersama pengelola stasiun demi mencegah terulangnya kejadian serupa.
"Kami akan berkoordinasi dengan pengelola stasiun untuk upaya motogasi dan mengingatkan pengguna jasa kereta api agar lebih berhati-hati," kata Kompol Bambang Askar Sodiq.
Guna memberikan gambaran mengenai dampak insiden terhadap jadwal perjalanan KRL sore itu, berikut rekapitulasi keterlambatan rangkaian kereta:
| Rangkaian Kereta | Rute Perjalanan | Keterlambatan |
|---|---|---|
| Commuter Line No. 1742D | Tanah Abang – Parung Panjang | 25 - 26 Menit |
| Commuter Line No. 1744D | Tanah Abang – Rangkasbitung | 22 Menit |
| Commuter Line No. 1746D | Tanah Abang – Rangkasbitung | 20 Menit |
| Commuter Line No. 1748D | Tanah Abang – Tigaraksa | 14 Menit |
Jasad korban telah dipindahkan dari Pos Pengamanan Stasiun Jurangmangu ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang Selatan pada pukul 18.30 WIB untuk proses identifikasi lebih lanjut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow