Polisi Mediasi Sengketa Sekolah Swasta di Pamulang Tangsel

Smallest Font
Largest Font

Aparat Kepolisian Resor Tangerang Selatan mengamankan area sekolah swasta di Jalan Pamulang Raya, Pamulang, Tangerang Selatan, pada Minggu (23/8/2026) usai digeruduk massa akibat sengketa lahan pada Sabtu (22/8/2026).

Sejumlah personel polisi berseragam rompi Samapta dan kendaraan dinas disiagakan di area lokasi. Gerbang sekolah yang sebelumnya roboh didobrak massa juga telah didirikan kembali oleh petugas.

Kasi Humas Polres Tangerang Selatan Ipda Yudhi Susanto menjelaskan bahwa aksi penggerudukan massa tersebut ditengarai akibat masalah perselisihan lahan antarpihak terkait.

"Indikasinya dari para pihak yang bersengketa. Kami belum ada data spesifiknya, tapi yang beredar di media sosial bisa jadi acuan," kata Yudhi saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (23/8/2026).

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengumpulkan data lapangan serta mendalami penyebab utama terjadinya bentrokan tersebut.

"Indikasinya dari para pihak yang bersengketa," kata Yudhi, Minggu (23/8/2026).

Kepolisian juga memanfaatkan informasi awal yang beredar di platform media sosial sebagai bahan acuan penyelidikan awal di lapangan.

"Kami belum ada data spesifiknya, tapi yang beredar di media sosial bisa jadi acuan," ujarnya.

Meski kronologi rinci belum dibeberkan secara detail, kepolisian memusatkan perhatian pada penyelesaian konflik secara langsung.

"Pak Kapolres langsung turun dan memediasi kedua belah pihak dan (mereka) sepakat untuk kembali ke tempat masing-masing," ujar Yudhi.

Proses mediasi berlangsung kondusif hingga situasi di lokasi kejadian dapat terkendali kembali.

"Pak Kapolres langsung turun dan memediasi kedua belah pihak," ujar Yudhi.

Kesepakatan damai pun dicapai oleh kedua belah pihak setelah mediasi dilakukan oleh pihak kepolisian.

"Mereka sepakat untuk kembali ke tempat masing-masing," lanjutnya.

Sementara itu, Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo membenarkan bahwa sengketa internal tersebut berakhir damai setelah diselesaikan hingga Minggu dini hari.

"Sudah selesai itu. Sebetulnya itu sengketa mereka, mau diselesaikan secara internal," kata Boy saat dihubungi Kompas.com, Minggu.

Massa yang terlibat dalam aksi penggerudukan disiagakan untuk dipulangkan menggunakan armada kendaraan resmi milik kepolisian demi mencegah gesekan susulan.

"Para massa kami pulangkan dengan kendaraan Polres Tangerang Selatan agar memastikan tidak adanya keributan kembali dan mereka selamat sampai ke rumah masing-masing," ujar Boy.

Seorang warga sekitar yang berprofesi sebagai pedagang, Indra (27), mengeluhkan dampak kericuhan tersebut terhadap aktivitas usahanya di sekitar lokasi.

"Pokoknya semua dibubarin. Soalnya banyak orang-orang yang parkir di sini (pinggir jalan), jadi sama polisi dibubarin semua, termasuk kami," kata Indra saat ditemui di lokasi.

Ia berharap konflik sengketa tersebut tidak terulang kembali karena dinilai memicu ketakutan bagi warga dan calon pembeli.

"Ya semoga aman-aman aja deh hari ini. Karena kasihan juga kami, orang mau beli udah takut duluan kalau sampai rusuh begitu," tuturnya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed