Polda Metro Jaya Bongkar Pabrik Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel
Polda Metro Jaya menggerebek pabrik pencetakan uang palsu di Gudang Industri Taman Tekno BSD, Tangerang Selatan, yang diduga telah beroperasi selama empat bulan. Dalam tindakan penegakan hukum ini, polisi menyita 360 ribu lembar uang palsu senilai Rp36 miliar.
Petugas menangkap tiga orang tersangka yang bertindak sebagai tenaga produksi di lokasi. Pengembangan penyelidikan kemudian mengarah pada penangkapan satu orang tambahan di kawasan PIK yang berperan memberi pesanan dengan inisial AB. Dua dari tersangka yang diamankan merupakan residivis kasus serupa pada tahun 2019 dan 2022.
Proses penggerebekan sempat diwarnai insiden cedera yang dialami oleh Kanit II Ekonomi dan Perbankan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Kompol Yulianto Timang. Perwira polisi tersebut terkena pecahan kaca saat menyergap lokasi cetak.
"Kompol Yulianto mengalami luka akibat terkena pecahan kaca saat kegiatan penggerebekan. Namun, yang bersangkutan tetap menunjukkan dedikasi dan keberanian dalam menjalankan tugas. Ini merupakan bagian dari risiko yang dihadapi anggota ketika melakukan penegakan hukum di lapangan," ujar Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Victor D. Mackbon.
Upaya penertiban gudang produksi tersebut tetap berlanjut hingga seluruh area berhasil dikuasai dan barang bukti disita dari lokasi kejadian.
"Dari lokasi, penyidik menemukan sekitar 360 ribu lembar yang menyerupai pecahan Rp 100 ribu. Petugas juga menyita sejumlah peralatan yang diduga berkaitan dengan proses pembuatan, antara lain mesin cetak empat warna, mesin potong, printer, mesin pembuat plat film, mesin UV, tinta, plat cetak, laptop, telepon seluler, serta bahan baku kertas," ungkap Victor.
Selain mesin cetak offset dan peralatan pemotong, polisi juga menyita benang pengaman serta tinta berkualitas tinggi di lokasi gudang industri tersebut.
"Bisa dikonversikan sejumlah Rp36 miliar," kata Victor.
Temuan di lapangan menunjukkan bahwa uang tiruan yang diproduksi tersebut memiliki tingkat kemiripan yang sangat tinggi atau tergolong kualitas mutu atas.
"Yang kami bisa temukan ini adalah kualitas grade A, di mana ada nomor seri, kemudian ada benang pengaman, kemudian juga ada hologram dan juga ada simbol negara di situ," jelas Victor.
Penyidik mengidentifikasi bahwa lembaran uang palsu siap edar itu sedianya akan dimasukkan ke tengah masyarakat memanfaatkan jalur perbankan swasta.
"Kita bisa kembangkan kepada satu orang itu di daerah PIK, satu orang ini perannya memberikan order atas inisial AB," imbuh Victor.
Pihak kepolisian memastikan seluruh barang bukti senilai puluhan miliar rupiah tersebut belum sempat tersebar di pasar.
"Jadi uang ini belum sempat beredar," kata Victor.
Pemeriksaan mendalam terus berjalan guna membongkar seluruh pihak yang terlibat serta mengusut asal-usul bahan baku kertas dan alat produksi.
"Kami akan terus mendalami rangkaian perkara ini berdasarkan barang bukti dan hasil pemeriksaan. Setiap pihak yang terbukti terlibat akan ditindaklanjuti sesuai fakta penyidikan," ungkap Victor.
Untuk proses pembuktian hukum dan pemberkasan perkara, Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan melibatkan saksi ahli dari Bank Indonesia.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat menerima transaksi uang tunai serta segera melaporkan jika menemukan indikasi aktivitas pembuatan maupun peredaran uang palsu.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow