Purbaya Targetkan Tax Ratio Indonesia Naik Jadi 9,27 Persen pada 2027

Smallest Font
Largest Font

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan penerimaan pajak sebesar Rp 2.591,4 triliun pada 2027, seperti dilansir dari Investor Daily. Target ini naik 12,14 persen dari outlook APBN 2026 demi mendongkrak rasio pajak hingga 9,27 persen PDB.

Peningkatan penerimaan pajak tersebut merupakan strategi pemerintah dalam memperkuat kapasitas fiskal nasional secara bertahap. Secara keseluruhan, pendapatan negara dalam RAPBN 2027 diproyeksikan mencapai Rp 3.426 triliun atau tumbuh 6,8 persen dari outlook 2026, dengan rasio pendapatan terhadap PDB sebesar 12,25 persen.

"Pendapatan negara era APBN 2027 diperolehkan mencapai Rp 3.426 triliun atau tumbuh 6,8% dari outlook 2026, dengan rasio 12,25% terhadap PDB," kata Purbaya dalam Konferensi Pers RAPBN 2027 dan Nota Keuangan di Jakarta pada Jumat (14/8/2026).

Sektor perpajakan diproyeksikan menjadi penopang utama pendapatan negara pada 2027 dengan target total Rp 2.908 triliun. Di sisi lain, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) diperkirakan mencapai Rp 517,4 triliun dan hibah sebesar Rp 7 triliun.

"Yang kencang adalah penerimaan perpajakan, diperkirakan mencapai Rp 2.908, triliun. PNBP Rp 517,4 triliun," ujarnya.

Optimisme penguatan penerimaan perpajakan ini didukung oleh realisasi pengumpulan pajak yang mencatatkan pertumbuhan signifikan hingga pertengahan Agustus 2026.

"Jadi perpajakan harusnya akan lebih bagus dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sampai dengan data terakhir hari ini, pertumbuhan pengumpulan pajak kita sudah mencapai 30%. Jadi jauh lebih baik dibanding tahun lalu dan ke depan," kata Purbaya.

Berdasarkan dokumen Arsitektur RAPBN 2027, penerimaan kepabeanan dan cukai diperkirakan turun 1,25 persen yoy menjadi Rp 316,6 triliun. Kendati demikian, kenaikan tajam pada penerimaan pajak diyakini tetap sanggup mengerek tax ratio dari posisi 8,97 persen pada outlook 2026.

"Saya pikir kita akan tetap bisa memperbaiki tax ratio kita secara signifikan," ujarnya.

Langkah penguatan kapasitas fiskal ini berjalan beriringan dengan keyakinan pemerintah terhadap solidnya laju pertumbuhan ekonomi nasional pada 2027.

"Untuk tahun 2027, pemerintah optimis kinerja ekonomi nasional akan tetap solid dan terjaga sering dengan stabilitas makroekonomi dan dukungan kebijakan pemerintah," ujar Purbaya.

Konsistensi pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen dalam tiga triwulan terakhir menjadi modal utama, di mana ekonomi tercatat tumbuh 5,61 persen pada triwulan I-2026 dan 5,29 persen pada triwulan II-2026.

"Seperti teman-teman lihat, selama tiga triwulan terakhir ini, ekonomi kita konsisten tumbuh di atas 5% dengan signifikan bahkan sempat 5,61% di triwulan I tahun ini dan turun sedikit ke 5,29% di triwulan kedua tahun ini," katanya.

Pemerintah berencana memperkuat sinergi kebijakan moneter, fiskal, dan sektor keuangan agar pertumbuhan ekonomi dapat mendekati angka 6 persen pada akhir 2026.

"Untuk 2027, kita perkiraan ekonomi juga bisa tumbuh sekitar 6% plus minus sedikit," tutup Purbaya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed