Persoalan Besar Postur RAPBN 2027 dan Konsekuensi Fiskal

Smallest Font
Largest Font

Pelajar bersama petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ie Masen Ulee Kareng dan guru membawa paket Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dibagikan kepada peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri 11 Banda Aceh, Aceh, Jumat (17/7/2026). (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

JAKARTA, investor.id – Di balik postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 yang secara agregat terlihat sehat, ada persoalan besar yang dinilai belum cukup mendapat perhatian. Persoalan yang diibaratkan sebagai “gajah di ruangan” itu terutama menyangkut konsekuensi fiskal dan efektivitas sejumlah program besar pemerintah yang belum cukup dibicarakan di tengah narasi positif mengenai pertumbuhan ekonomi dan kesehatan APBN.

“Saya rasa Bapak Presiden ini seperti mengabaikan gajah di ruangan. Seakan-akan kita ditunjukkan bahwa ini bagus, potret APBN kita bagus,” ujar ekonom Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) Bernardus Marcello Agieus dalam diskusi Meja Redaksi B-Universe edisi Live Nonton Bareng (Nobar) Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo: Bongkar Nota Keuangan & RAPBN 2027!, Jumat (14/8/2026).Meja Redaksi Nobar Nota Keuangan RAPBN 2027

Ia bahkan menggambarkan persoalan itu secara lebih tajam. “Ibaratnya mungkin kalau orang lagi nyapu, terus sampahnya dimasukin ke bawah karpet,” tandas Marcello.

Yang dimaksud “gajah di ruangan”, menurut Marcello, bukan semata besarnya anggaran, melainkan persoalan mendasar yang perlu dibuka: apakah program prioritas benar-benar produktif, bagaimana konsekuensinya terhadap ruang fiskal, serta siapa yang menikmati hasil pertumbuhan. “Tapi pertanyaannya, ini dirasakan oleh siapa pertumbuhan ekonomi dan ditopang juga oleh siapa?” kata dia.

Karena itu, ia mendorong pemerintah melakukan refocusing dan reprioritizing belanja. Salah satu yang disorot adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam anggaran pendidikan. Besarnya belanja, kata dia, tidak otomatis menghasilkan dampak ekonomi apabila kualitas penggunaannya rendah. “Jangan sampai, APBN yang di pusat itu hanya habis untuk koordinasi dan rapat,” tegas dia.

Sorotan serupa berlaku pada utang. Marcello tidak mempersoalkan utang semata-mata dari besarnya rasio, melainkan mempertanyakan tujuan dan produktivitas penggunaannya. “Meskipun memang masih jauh di bawah 60%, tapi lebih kepada ke mana utang ini akan diarahkan nanti,” kata dia.

Pada akhirnya, Marcello menilai target pertumbuhan 6% tidak boleh menjadi tujuan akhir RAPBN 2027. “Pertumbuhan ekonomi tujuan terbesarnya adalah untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar dia. Karena itu, “gajah di ruangan” yang perlu dijawab pemerintah adalah apakah program-program besar dan pembiayaan yang menyertainya benar-benar produktif dan menghasilkan kesejahteraan, serta bagaimana konsekuensinya terhadap ruang fiskal ke depan.

Editor: Nasori

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Anggaran Ketahanan Pangan 2027 Tertinggi, tetapi Ruang Ekspansi Terbatas

Yield SUN Diprediksi Bertahan di Atas 7% pada 2027

Belanja Negara 2027 Tembus Rp 4.000 T, Ruang Efisiensi Tetap Dibuka

Menkes Tegaskan Iuran BPJS Kesehatan Tidak Naik pada 2027

Market 3 menit yang lalu IHSG Naik 1% Lebih, 4 Saham Melonjak hingga Mentok ARA IHSG hari ini naik 1% lebih pada penutupan sesi I. 4 Saham melonjak hingga mentok ARA, termasuk JARR

International 7 menit yang lalu Persaingan AI Terbuka Bergeser ke Laptop, Alibaba Tantang Meta Alibaba memperketat persaingan AI dengan Meta lewat model Qwen terbaru yang dapat berjalan langsung di laptop dan perangkat pengguna.

Multimedia 11 menit yang lalu Limbah Whey Jadi Butter Mahal, Aromanya Wangi! | Cuan Iki Keju ini kualitasnya udah setara produk impor. Tapi harganya... bikin kaget. Siapa bilang keju artisan kualitas dunia harus mahal dan impor?Mozzarella dari

Market 11 menit yang lalu Harga Emas Digital Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026 Harga emas digital hari ini, Selasa 18 Agustus 2026, cenderung anjlok di Treasury, Lakuemas, IndoGold, dan ShariaCoin.

Market 16 menit yang lalu Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026, Simak Update-nya Harga emas perhiasan hari ini, Selasa (18/8/2026) kompak naik di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi (HRTA) dan Laku Emas

Business 16 menit yang lalu Akses Transportasi Jadi Prioritas Pascagempa NTT Konektivitas udara dan laut terus diupayakan untuk mendukung mobilisasi masyarakat, serta memperlancar distribusi bantuan

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed