Kamera Pengawas Flock Safety Picu Kontroversi Privasi di Amerika Serikat
Teknologi pemindai pelat nomor kendaraan buatan Flock Safety memicu penolakan warga dan calon pembeli rumah di berbagai wilayah Amerika Serikat karena persoalan privasi, sebagaimana dilaporkan New York Post pada Kamis (20/8/2026).
Sistem keamanan yang merekam informasi warna, merek, hingga pelat kendaraan tersebut kini dipasang oleh lebih dari 200 asosiasi pemilik rumah (HOA). Keberadaan perangkat pemantau ini menyebabkan sejumlah calon pembeli membatalkan kunjungan hingga transaksi properti.
Seorang broker properti menceritakan pengalamannya di forum Reddit saat calon pembeli membatalkan agenda kunjungan rumah.
"Baru saja ada pembeli yang membatalkan kunjungan karena HOA memiliki kamera Flock di kedua pintu masuk, termasuk salah satunya di dekat kolam renang," tulis broker tersebut.
Penjelasan lanjutan disampaikan oleh broker tersebut untuk menanggapi tanggapan para pengguna forum.
"Ya, ini benar. Saya brokernya. Saya menjadwalkan kunjungan dan pembeli membatalkannya setelah mereka memberi tahu saya mengenai hal tersebut," tulisnya dalam pembaruan unggahan.
Data kendaraan yang terikat pada sistem berbasis cloud tersebut dapat diakses oleh ribuan lembaga penegak hukum jika pengelola HOA memilih opsi berbagi data. Penolakan serupa terjadi di Saranac Lake, New York, hingga dewan kota memutuskan membatalkan kontrak pemantauan tersebut melalui pemungutan suara 4-1.
Seorang warga Saranac Lake menyampaikan kritik terkait kemudahan akses terhadap basis data kendaraan warga.
"Masalah yang saya miliki bukan dengan kamera keamanan. Masalahnya langsung dengan sistem Flock. Siapa pun dan ibunya bisa dengan mudah mengakses database ini. Cara data tersebut dibagikan dengan begitu mudah benar-benar tidak konstitusional," katanya kepada New York Post.
Warga lain bernama Sandra Kalinowski menegaskan keberatannya dalam rapat dewan kota.
"Kamera-kamera ini tidak akan membuat kita aman," ujarnya.
Permintaan pencabutan perangkat keamanan secara langsung juga dilayangkan oleh David Lynch.
"Pertama, saya percaya kamera-kamera ini saat ini melanggar kebijakan Departemen Kepolisian Saranac Lake. Kedua, saya percaya publik telah disesatkan mengenai akses Flock terhadap data kita. Permintaan saya malam ini adalah agar kamera-kamera ini dicabut," katanya.
Anggota Dewan Kota Saranac Lake, Aurora White, menilai pemerintah daerah memiliki keterbatasan teknis dalam mengelola sistem data.
"Kami tidak memiliki keahlian untuk menjadi pengelola data ini dengan baik," katanya.
Sikap berbeda ditunjukkan dalam rapat Dewan Kota San Diego, tempat sosok berkostum karakter fiksi turut hadir memberikan dukungan terhadap penggunaan kamera pemantau tersebut.
"Teknologi Ini Membantu Kami Menemukan Pemberontak di Hoth," kata Darth Vader saat menghadiri rapat Dewan Kota San Diego.
Di tengah gelombang protes dan perusakan kamera oleh warga, Flock Safety justru meluncurkan program Drone as First Responder (DFR). CEO Flock Garrett Langley mengumumkan bahwa drone pengawas ini mampu memindai pelat nomor dari jarak 2.000 kaki atau sekitar 609 meter.
Garrett Langley mengilustrasikan respons cepat drone dalam menangani laporan darurat 911 dibanding kendaraan patroli darat.
"Biasanya yang terjadi adalah satu polisi mendengar laporan, menyalakan lampu biru, dan melaju ke lokasi… dan seseorang hampir meninggal," ujar Langley.
Ia mengklaim penggunaan teknologi armada udara tersebut mampu meningkatkan keselamatan masyarakat.
"Namun kini, mereka meluncurkan drone," kata Langley.
Perusahaan mengklaim program DFR telah mengumpulkan 200 pelanggan dari pihak kepolisian maupun swasta.
"ribuan dan ribuan kisah seperti itu di mana komunitas menjadi lebih aman dengan drone kami. Mereka lebih aman dengan kamera kami," kata Langley.
Di sisi lain, Electronic Frontier Foundation (EFF) memperingatkan bahwa lebih dari 1.000 lembaga keamanan publik telah mengantongi izin operasi drone otomatis dari FAA. EFF menilai drone berpotensi melanggar batas privasi karena sanggup merekam area tertutup seperti halaman belakang dan atap rumah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow