Meta Larang Modifikasi Lampu Kamera pada Kacamata Pintar Ray-Ban Meta
Meta memperketat aturan penggunaan kacamata pintar Ray-Ban Meta dengan melarang modifikasi lampu indikator perekaman dan menonaktifkan kamera secara otomatis jika lampu tersebut dirusak.
Perusahaan menyatakan langkah ini diambil untuk mencegah rekaman diam-diam yang marak dilakukan dengan mengubah lampu LED yang berfungsi memberi tahu orang sekitar saat kamera aktif.
Setiap kacamata pintar Meta dilengkapi dengan lampu LED putih yang berkedip saat mengambil foto atau merekam video. Lampu ini tidak memiliki tombol untuk dimatikan dan jika ditutupi atau dirusak, kamera akan otomatis berhenti berfungsi, kata Meta dalam laman tanya jawab resmi.
Meta juga memperbarui perangkat lunak untuk mendeteksi modifikasi fisik seperti pengeboran atau pelepasan lampu LED. Sistem akan menonaktifkan kamera jika mendeteksi kerusakan tersebut.
Perusahaan berjanji akan menghapus iklan dan listing yang menawarkan jasa modifikasi lampu serta memblokir akun yang melanggar aturan tersebut. Meta tidak menutup kemungkinan menempuh jalur hukum terhadap individu atau perusahaan yang menyediakan layanan modifikasi ini.
Pengetatan ini muncul di tengah kritik luas terhadap kacamata pintar yang berpotensi merekam orang lain tanpa sepengetahuan mereka, yang memicu kekhawatiran privasi global, terutama terhadap penyalahgunaan untuk merekam perempuan dan orang asing tanpa izin.
Meta telah menjual lebih dari tujuh juta unit kacamata pintar sepanjang 2025, mencatat kenaikan penjualan lebih dari tiga kali lipat dibanding kuartal sebelumnya, menurut laporan keuangan EssilorLuxottica dan Meta.
Selain pelarangan modifikasi lampu, Meta juga menghadapi tekanan untuk memperbaiki perlindungan privasi setelah munculnya fitur Name Tag yang sempat terungkap dan kemudian dihapus karena kontroversi.
Beberapa ahli menyatakan lampu LED masih kurang efektif karena pengguna terus mencari cara menyembunyikan atau menonaktifkannya. Joseph O'Hagan, peneliti Universitas Glasgow, mengungkapkan bahwa banyak orang menggunakan bor untuk menghancurkan LED, yang membuat kamera tetap bisa dipakai tanpa diketahui orang sekitar.
Kekhawatiran ini diperparah dengan laporan bahwa data rekaman kacamata Meta dikirim ke perusahaan sensor konten di Kenya, yang mengulas video pengguna berisi aktivitas pribadi dan sensitif.
Meta menyatakan bahwa tindakan hukum dan pembaruan perangkat lunak adalah bagian dari upaya untuk menjaga privasi, tetapi konsekuensi hukum terhadap modifikasi perangkat bergantung pada aturan di masing-masing negara.
Di sisi lain, pengguna dan masyarakat mulai mencari cara untuk melindungi diri, seperti taktik "copyright hacking" dengan memutar lagu berhak cipta saat direkam agar video sulit diunggah atau dimonetisasi, meski efektivitasnya terbatas.
Diskusi tentang privasi smart glasses makin intens seiring masuknya pemain baru seperti Google dan Samsung, serta penundaan produksi Apple untuk mengatasi isu privasi, sementara advokat mendorong legislasi yang mewajibkan indikator perekaman yang tidak bisa dinonaktifkan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow