Gempa Bermagnitudo 7,4 Guncang Kolombia Barat 254 Orang Tewas

Smallest Font
Largest Font

Sedikitnya 254 orang dilaporkan tewas akibat guncangan gempa bumi bermagnitudo 7,4 yang menerjang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/08/2026) dini hari. Petugas penyelamat terus berupaya mengevakuasi para korban yang tertimbun puing bangunan hingga Selasa (11/08/2026).

Bencana ini menjadi salah satu yang paling mematikan di Kolombia pada abad ini, seperti dilansir dari Investor Daily. Kerusakan berat melanda berbagai fasilitas umum, rumah warga, sekolah, hingga rumah sakit, terutama di kawasan produsen kopi bagian barat.

Laporan dari daerah mencatat sebanyak 101 korban jiwa berada di Pereira dan 95 orang di Cali, kota terbesar ketiga di Kolombia. Tim SAR bersama sukarelawan mengerahkan alat berat hingga peralatan seadanya untuk membongkar reruntuhan sepanjang malam.

Korban selamat di Pereira, Rosa Gonzalez, menceritakan momen dramatis saat ia dan keluarganya berhasil keluar dari kediaman mereka.

"Struktur bangunan mulai berderit dan tepat ketika kami berlari keluar, bangunan itu runtuh," kata Gonzalez kepada Reuters.

Meski delapan penghuni berhasil selamat dari bangunan tersebut, seorang pria lanjut usia di kawasan itu dilaporkan masih terjebak di area teras.

Kesaksian lain disampaikan Jose Gallego, seorang influencer media sosial yang sedang berada di Bandara Pereira saat gempa mengguncang kawasan tersebut.

"Ada orang-orang yang terluka, berdarah, berteriak, dan berusaha menghubungi keluarga mereka," ujar Gallego.

Gallego harus bertahan di area terbuka akibat maraknya gempa susulan yang tercatat lebih dari 100 kali hingga Selasa sore.

"Saya melintasi kota dengan berjalan kaki. Butuh waktu dua jam dan pemandangannya sangat menghancurkan. Rasanya seperti mimpi buruk yang menjadi kenyataan," ucap Gallego.

Ribuan warga kini kehilangan tempat tinggal akibat banyak apartemen dan rumah mengalami kerusakan parah. Di Cali, seorang warga bernama Alberto Machado (34) melaporkan rumah keluarganya hancur setelah dirinya mengantar sang anak ke sekolah, sehingga keluarganya harus mengungsi.

Kondisi di wilayah Choco, daerah berhutan dekat pusat gempa, makin terisolasi akibat terputusnya saluran listrik dan layanan dasar. Pemimpin masyarakat Sipi, Andres Caicedo, menjelaskan keterbatasan akses komunikasi yang dialami warga setempat.

"Kami harus memanjat pohon hanya untuk mendapatkan sedikit sambungan internet," kata Caicedo kepada Caracol TV.

Caicedo menambahkan bahwa minimnya fasilitas kesehatan memperburuk kondisi penanganan warga di lokasi bencana.

"Kami memiliki anak-anak dan orang lanjut usia yang masih belum pulih dari keterkejutan. Kami tidak memiliki pusat kesehatan maupun pasokan medis. Kami melakukan sebisa mungkin dengan tangan kami sendiri," ujar Caicedo.

Selain masalah komunikasi, jaringan utilitas seperti listrik, gas, serta air bersih di Choco belum kembali normal, sementara tiga bandara masih ditutup. Kendati demikian, pencarian di kompleks apartemen Torres del Limonar Cali berhasil menyelamatkan seorang perempuan dari balik reruntuhan.

Lonjakan jumlah korban jiwa mulai melebihi kapasitas fasilitas kesehatan dan kamar jenazah di Cali. Menteri Kesehatan Publik Cali German Escobar bersama Wali Kota Alejandro Eder mengonfirmasi diberlakukannya jam malam dengan penjagaan militer guna mengantisipasi aksi penjarahan.

Bencana ini melanda di awal masa jabatan Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella yang baru dilantik. Pemerintah kini meninjau dampak ekonomi pada sektor pertanian, khususnya industri kopi, di bawah koordinasi Ketua Federasi Kopi Nasional Kolombia German Bahamon.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed