Edukasi Auto Sobriety Diguncang untuk Tekan Angka Kecelakaan Alkohol

Smallest Font
Largest Font

Risiko kecelakaan lalu lintas akibat berkendara di bawah pengaruh alkohol terus menjadi perhatian serius. Upaya pemisahan antara konsumsi minuman beralkohol dan aktivitas mengemudi dinilai sangat krusial untuk meningkatkan keselamatan di jalan raya, seperti dilansir dari Investor Daily.

Catatan Pusiknas Bareskrim Polri melalui aplikasi IRSMS Korlantas Polri merekam sebanyak 2.935 pengemudi terlibat kecelakaan dalam kondisi terpengaruh alkohol pada 2024. Total pengemudi yang terlibat kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun tersebut mencapai sekitar 1,64 juta orang.

Laporan World Health Organization (WHO) mengonfirmasi bahwa konsumsi alkohol sebelum memegang kemudi memperbesar peluang terjadinya kecelakaan fatal. Ancaman bahaya ini mulai terdeteksi sejak kadar alkohol dalam darah masih rendah, lalu melonjak drastis saat blood alcohol concentration (BAC) menyentuh angka 0,04 gram per desiliter atau lebih tinggi.

Menanggapi situasi ini, PT Multi Bintang Indonesia Tbk bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) menghadirkan program Auto Sobriety. Inisiatif edukasi yang menyasar komunitas roda dua dan roda empat tersebut berfokus mendorong perubahan perilaku pengendara.

Presiden Direktur PT Multi Bintang Indonesia, Roland Bala, menegaskan bahwa kebiasaan tidak mengemudi setelah minum alkohol berakar dari keputusan pribadi.

"Bagi kami, konsumsi alkohol yang bertanggung jawab dimulai dari pilihan yang dibuat oleh tiap individu. Salah satu yang terpenting adalah tidak mengemudi setelah mengonsumsi minuman beralkohol," kata Roland Bala.

Anggota Komisi Sadar Aturan dan Keselamatan Berlalu Lintas (SADAR) IMI, Erreza Hardian, menekankan pentingnya menanamkan prinsip pemisahan antara konsumsi alkohol dan aktivitas berkendara. Menurutnya, penerapan prinsip ini secara konsisten oleh para pengendara dapat menekan tingkat kecelakaan jalan raya secara signifikan.

Rangkaian program ini diawali melalui sesi talkshow edukatif pada 29 Agustus 2026 yang melibatkan peserta berusia 21 tahun ke atas. Kegiatan mendatang bakal dilanjutkan ke tiga kota di wilayah Indonesia Timur yang menjadi area prioritas IMI.

Selain sosialisasi, kolaborasi ini juga merencanakan pembagian 500 helm di kawasan Jakarta dan Bandung. Pendekatan berbasis komunitas diterapkan untuk membangun kesadaran langsung bahwa keputusan individu di balik kemudi menentukan keselamatan pengguna jalan lain.

"Roland menambahkan, perubahan perilaku dalam keselamatan berkendara dapat dimulai dari keputusan sederhana yang dilakukan secara konsisten."

Meskipun data nasional mencatat kasus kecelakaan akibat pengaruh alkohol merupakan bagian dari total insiden di jalan raya, WHO tetap menempatkannya sebagai faktor risiko utama yang merusak konsentrasi serta kemampuan berkendara.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed