BNPB Laporkan Korban Meninggal Gempa NTT Naik Jadi 105 Jiwa
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyampaikan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mencapai 105 jiwa pada Rabu, 26 Agustus 2026 di Kabupaten Nagekeo.
Jumlah tersebut meningkat dari catatan sebelumnya sebanyak 91 korban meninggal. Data ini disampaikan dalam rapat koordinasi penanganan bencana yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Posko Penanganan Bencana Yonif TP 834/WM, Desa Tonggu Rambang, Mbay, Kecamatan Aesesa, Nagekeo, NTT.
"Untuk korban terdampak, meninggal dunia 105 jiwa," ujar Suharyanto.
Dari total 105 korban meninggal, 48 orang meninggal saat gempa terjadi, sedangkan 57 lainnya ditemukan dalam operasi pencarian dan pertolongan oleh Basarnas.
Selain itu, BNPB mencatat 1.678 orang mengalami luka-luka. Sebagian korban masih dirawat di fasilitas kesehatan, sementara kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak memerlukan penanganan trauma pascagempa.
Jumlah pengungsi tercatat mencapai 179.037 orang. Kerusakan rumah mencapai 81.436 unit berdasarkan data sementara.
Kerusakan juga meluas ke fasilitas umum, dengan 1.951 unit seperti sekolah, masjid, dan kantor pemerintahan terdampak.
"Yang terparah ada dua kabupaten yaitu Manggarai dan Manggarai Timur, Nagekeo juga cukup parah, peringkat ketiga," kata Suharyanto.
Pemerintah bersama unsur penanganan bencana terus melakukan tanggap darurat, termasuk perawatan korban dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa di NTT.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow