Wapres Gibran Tinjau dan Bantu Korban Gempa di NTT

Smallest Font
Largest Font

Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Nusa Tenggara Timur untuk meninjau korban gempa dan memastikan bantuan tersalur.

Dalam kunjungannya, Gibran meninjau posko pengungsian di Kabupaten Sikka dan Manggarai Timur, bertemu dengan pengungsi, serta memeriksa fasilitas umum yang terdampak gempa magnitudo 7,7 pada 15 Agustus.

Gibran menegaskan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan mendesak pengungsi menjadi prioritas pemerintah.

"Dalam penanganan darurat, keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan mendesak harus menjadi prioritas utama. Tidak boleh ada satu pun warga yang tidak tersentuh bantuan, termasuk mereka yang berada di wilayah sulit diakses seperti permukiman pegunungan," ujar Gibran.

Ia meminta jajaran pemerintah daerah dan Forkopimda turun langsung dan menindaklanjuti setiap kendala di lapangan agar proses penanganan berjalan efektif.

"Setiap kendala harus segera diidentifikasi dan diselesaikan, dengan penanggung jawab dan target waktu yang jelas. Seluruh persoalan dan kendala yang ditemukan di lapangan akan saya laporkan kepada Bapak Presiden," kata Gibran.

Selain meninjau pengungsi, Gibran juga membagikan buku, mainan, dan peralatan bayi di posko pengungsian SD Inpres LXXVI Wairklau Maumere. Ia sempat menggendong bayi perempuan yang baru lahir di rumah sakit lapangan RSUD TC Hillers Sikka.

Gibran juga menindaklanjuti masalah administrasi BPJS Kesehatan warga terdampak gempa.

"BPJS-nya bermasalah tidak apa-apa nanti biar kami yang urus," kata Gibran kepada salah satu pasien yang mengalami kendala.

Di Kabupaten Manggarai Timur, Gibran meninjau pengungsi di Kampung Waso dengan menggunakan sepeda motor karena medan sulit ditempuh kendaraan biasa.

"Sudah didata?" tanya Gibran kepada salah satu warga tentang kondisi rumahnya. "Sudah," jawab warga tersebut.

Gibran juga mendorong percepatan perbaikan fasilitas umum termasuk rumah sakit darurat, irigasi, rumah ibadah, dan sekolah yang rusak akibat gempa.

Jumlah korban meninggal tercatat 75 jiwa, dengan 19.803 jiwa mengungsi dan 9.647 unit rumah rusak parah di wilayah terdampak, menurut data terbaru dari pemerintah.

Pemberian bantuan logistik terus dilakukan, termasuk kepada pengungsi mandiri yang tersebar di berbagai lokasi, seperti diungkapkan oleh Wapres saat meninjau posko di Manggarai.

"Saya perintahkan untuk segera didistribusikan, terutama yang pengungsi mandiri," ujar Gibran dalam dialog dengan warga di Kabupaten Manggarai.

Gibran meminta agar pengungsi mandiri didata agar kebutuhan mereka dapat terpenuhi dengan baik.

Selain itu, ia meninjau kerusakan fasilitas publik seperti Pelabuhan Laurentius Say dan Gereja Santa Maria Magdalena Nangahure, menginstruksikan perbaikan segera agar masyarakat dapat beraktivitas kembali secara normal.

Di RSUD TC Hillers Sikka, Gibran menilai fasilitas ICU tidak memadai dan menginstruksikan pemindahan pasien yang membutuhkan perawatan intensif ke rumah sakit lain yang lebih memadai.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed