Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana IDA22
Bank Dunia menunjuk mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati sebagai Ketua Independen Asosiasi Pengembangan Internasional Ke-22 (IDA22) pada Kamis (6/8/2026) di Jakarta. Sri Mulyani bertugas memimpin proses pengisian kembali dana bantuan dan memperkuat dukungan kebijakan bagi 78 negara berpenghasilan rendah hingga tahun 2031.
Dalam menjalankan tugasnya, Sri Mulyani akan bekerja sama dengan Direktur Pelaksana Bank Dunia Paschal Donohoe. Pemilihan Sri Mulyani dilakukan melalui komite pencarian yang melibatkan perwakilan negara donor dan peminjam.
Proses pengisian kembali dana IDA22 akan diluncurkan secara resmi pada Pertemuan Tinjauan Tengah Periode di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026. Sementara itu, penetapan komitmen pendanaan final dijadwalkan berlangsung pada Desember 2027.
Pihak Bank Dunia menegaskan kualifikasi kepemimpinan yang dimiliki oleh mantan pejabat Indonesia tersebut.
"Ia dipilih dari daftar pendek kandidat oleh komite pencarian yang terdiri atas perwakilan kelompok negara donor dan peminjam," sebut Bank Dunia.
Lembaga multilateral tersebut juga memberikan apresiasi terhadap rekam jejak Sri Mulyani di tingkat global.
"Sri Mulyani merupakan salah satu tokoh paling berpengalaman di dunia dalam bidang pembiayaan pembangunan internasional," tambah Bank Dunia.
Penunjukan ini menambah panjang daftar tokoh Indonesia yang memegang posisi strategis di lembaga internasional. Selain Sri Mulyani, Mari Elka Pangestu pernah menjabat Managing Director Bank Dunia, Wempi Saputra sebagai Executive Director Grup Bank Dunia, Bambang Brodjonegoro memimpin ADBI, Arif Baharudin di ADB, serta Idwan Hakim di IMF.
Penunjukan tersebut juga memicu respons dari pegiat media sosial Jhon Sitorus yang memberikan apresiasi atas pencapaian Sri Mulyani sekaligus memberikan kritik kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
"Yang direndahkan di negara sendiri, kini diberi amanah yang jauh lebih besar pada level dunia," tulis Jhon Sitorus dalam akun X.
Jhon menilai pencapaian internasional ini membuktikan kapasitas Sri Mulyani di tingkat global.
"Perlahan-lahan, fitnah yang dituduhkan ke beliau rontok sendirinya," katanya.
Ia juga menyindir kinerja pejabat keuangan yang sedang menjabat saat ini.
"Terbukti, Purbaya cuma bisa omon-omon. Dia ditenggelamkan oleh janji manisnya sendiri," lanjutnya.
Jhon mengakhiri catatannya dengan memberikan ucapan selamat atas tugas baru tersebut.
"Selamat bu Sri Mulyani, kelas anda memang bukan mengurusi 1 negara lagi tetapi lintas negara di dunia," pungkas Jhon Sitorus.
Kritik terhadap kebijakan ekonomi nasional juga disampaikan oleh ekonom senior Ferry Latuhihin. Ia menyoroti langkah pemindahan saldo anggaran lebih ke bank-bank BUMN di tengah kondisi perbankan yang mengalami kelebihan likuiditas.
"Dia tidak paham ekonomi sama sekali," kata Ferry dalam kanal YouTube miliknya.
Sejak tahun 1960, IDA telah menyalurkan lebih dari 632 miliar dolar AS untuk investasi pembangunan di 115 negara. Forum penggalangan dana ini diselenggarakan setiap tiga tahun sekali guna menghimpun dana hibah dan pinjaman berbunga rendah untuk menanggulangi kemiskinan ekstrem.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow