Harga Emas Dunia Anjlok ke Level Terendah Tiga Pekan

Smallest Font
Largest Font

Harga emas dunia mengalami penurunan hingga menyentuh level terendah dalam tiga pekan pada Rabu (2/9/2026). Komoditas ini tercatat anjlok sebesar 0,78 persen ke level US$ 4.294,23 per ons troi akibat bayangan koreksi lanjutan yang tertekan oleh penguatan dolar AS dan ekspektasi suku bunga.

Pergerakan harga komoditas logam mulia tersebut berpotensi melanjutkan tren penurunan lebih lanjut dalam jangka pendek, sebagaimana dilansir dari Investor Daily. Pelaku pasar keuangan saat ini sedang mencermati area support krusial untuk menentukan arah pergerakan harga berikutnya.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menilai bahwa dinamika grafik harian masih berada dalam koridor pergerakan teknikal yang wajar. Ia menyebutkan bahwa penurunan yang terjadi saat ini masih dikategorikan sebagai tren sekunder setelah penguatan sebelumnya.

“Sebaliknya, jika support ditembus secara signifikan, tekanan bearish berpotensi semakin kuat dan membuka ruang penurunan ke level yang lebih rendah,” kata Geraldo Kofit, Analis Dupoin Futures.

Perkembangan harga minyak mentah global turut memengaruhi pergerakan emas dari sisi fundamental, terutama setelah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz. Lonjakan harga minyak tersebut dikhawatirkan memicu kenaikan inflasi global.

Kondisi inflasi yang tinggi meningkatkan spekulasi bahwa The Fed akan mempertahankan atau memperketat kebijakan suku bunga. Situasi ini berdampak negatif bagi emas karena mendorong imbal hasil obligasi AS dan memperkuat nilai tukar dolar AS.

“Area support 4.237–4.204 menjadi level penting untuk melihat apakah koreksi akan berakhir atau justru berkembang menjadi tekanan jual yang lebih besar,” ujar Geraldo Kofit, Analis Dupoin Futures.

Meskipun demikian, ketidakpastian geopolitik yang terus berlanjut masih menjadi penahan penurunan harga lebih lanjut karena emas tetap diminati sebagai aset aman (safe haven). Pelaku pasar kini juga menantikan rilis data tenaga kerja AS yang akan memperjelas arah kebijakan moneter mendatang.

“Jika harga memantul dari area tersebut, peluang emas kembali mengikuti tren utama masih terbuka. Namun, apabila support gagal dipertahankan, pelaku pasar perlu mewaspadai pelemahan lanjutan pada harga emas,” kata Geraldo Kofit, Analis Dupoin Futures.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed