YB Sekuritas Targetkan Pertumbuhan Nasabah Agresif di 2026

Smallest Font
Largest Font

PT Yakin Bertumbuh Sekuritas (YB Sekuritas) menargetkan pertumbuhan agresif jumlah nasabah pada tahun 2026 dengan menaikkan Single Investor Identification (SID) hampir dua kali lipat menjadi 80.000 dari sekitar 40.000 saat ini, dilansir dari Investor Daily.

Ekspansi tersebut didukung oleh penguatan layanan ritel dan perdagangan saham daring serta pembukaan sejumlah titik layanan dan Education Hub di berbagai wilayah, termasuk baru-baru ini di Jakarta Barat.

Direktur Utama YB Sekuritas Angga Raharja mengatakan, "Kami tahun ini mengejar angka 80 ribu SID. Saat ini sekitar 40 ribu."

Education Hub di Jakarta Barat berfungsi sebagai ruang interaksi bagi investor untuk bertukar pengalaman, memperoleh edukasi pasar modal, dan berkomunikasi langsung dengan analis perusahaan.

Menurut Angga, pemilihan lokasi tersebut karena wilayah itu memiliki basis nasabah termasuk segmen high net worth yang cukup besar. "Education Hub ini sebenarnya tempat untuk kumpul-kumpul, saling tukar pengalaman dan pengetahuan. Karena sekarang online trading sudah marak, akhirnya trading dilakukan sendiri-sendiri. Kami berharap dengan berkumpul, investor bisa saling bertukar pengetahuan dan pengalaman sehingga pengambilan keputusan investasinya lebih bijak," ujar Angga.

YB Sekuritas juga menyediakan akses langsung kepada analis untuk memberikan informasi kondisi pasar secara real time kepada investor.

Selain Jakarta Barat, perusahaan telah memiliki jaringan di Solo, Surabaya, Semarang, Padang, dan Batam, dengan rencana ekspansi selanjutnya ke Bandung.

Angga menambahkan, "Target investor sebenarnya dari mahasiswa sampai high net worth. Kami juga menyasar Gen Z," menegaskan fokus perusahaan pada penetrasi investor generasi muda yang semakin besar kontribusinya di pasar modal Indonesia.

Untuk mendukung perkembangan itu, YB Sekuritas mengandalkan kanal digital dan produk berbasis teknologi, termasuk pengembangan platform perdagangan dan layanan digital.

Dalam bisnis pasar modal, YB Sekuritas juga aktif dalam penjaminan emisi efek dan terlibat dalam 20-30 proyek penawaran umum perdana saham (IPO).

Angga mengungkapkan, "Saat ini investor lokal maupun asing masih wait and see terkait MSCI. Tetapi saya melihat Bursa Efek Indonesia tidak tinggal diam. Pekerjaan rumah yang bisa dikerjakan sudah banyak dikerjakan. Saya melihat masih positif, arahnya IHSG masih positif ke depan."

Dia menilai risiko Indonesia dikategorikan sebagai frontier market masih jauh dengan pembenahan yang telah dilakukan BEI. "Skenario terburuknya memang frontier market, tetapi menurut saya dengan perkembangan saat ini, pekerjaan rumah bursa terkait MSCI sudah banyak yang dikerjakan. Menurut saya masih jauh ke level frontier market," kata Angga.

Angga mengingatkan agar tidak ada kebijakan domestik baru yang menimbulkan ketidakpastian dan mengganggu kepercayaan investor. "Jangan ada tiba-tiba kebijakan yang mengganggu investor karena itu akan menimbulkan kepanikan masyarakat," tegasnya.

Mengenai proyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Angga memperkirakan level 6.500 masih mungkin dicapai dalam jangka pendek, namun target 7.000 pada akhir 2026 dinilai berat. "Rp6.500 masih mungkin. Tetapi Rp7.000 akhir tahun menurut saya berat," jelasnya.

Dari sisi sektoral, ia melihat saham pertambangan seperti emas dan batu bara masih menarik, sementara sektor perbankan menghadapi tantangan berat dan tekanan pada sektor ini dapat berimbas pada properti.

Angga juga menyebutkan peluang jangka panjang pada saham terkait pusat data dan kecerdasan buatan (AI). "Kalau untuk mengejar saham-saham yang booming karena AI, Indonesia mungkin agak ketinggalan. Tetapi dari sisi lain kita punya data center yang mengarah ke berbasis AI," katanya.

Dia menambahkan bahwa pembangunan pusat data memerlukan infrastruktur kuat, terutama pasokan listrik dan air yang stabil, sehingga kawasan industri yang dapat memenuhi kebutuhan ini berpotensi mendapat manfaat.

"Yang dibutuhkan data center pertama kestabilan listrik dan air. Jadi kawasan industri yang bisa mendukung air dan kestabilan listrik itu yang dicari," ujar Angga.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    1
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed