Investor Asing Borong Saham Gudang Garam di Tengah Proyeksi Laba Positif

Smallest Font
Largest Font

Saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menjadi sorotan investor asing pada perdagangan Senin (31/8/2026) dengan mencatat net buy asing sebesar Rp 37,83 miliar di pasar saham Indonesia.

Seiring transaksi tersebut, harga saham GGRM melonjak 6,53% ke level Rp 20.800 per saham dengan volume perdagangan mencapai 4,28 juta saham dan nilai transaksi Rp 87,66 miliar, bertepatan dengan tanggal berlaku hasil tinjauan indeks MSCI per Agustus 2026.

Harga saham tersebut tetap bertahan di indeks MSCI Small Cap, menandakan posisi saham GGRM tetap diperhitungkan di pasar global.

Analis MNC Sekuritas, Catherine Florencia M, menaikkan proyeksi laba bersih Gudang Garam untuk tahun 2026 sebesar 32,3% dan juga menaikkan estimasi laba tahun 2027 sebesar 20,9%.

"Proyeksi itu mengikuti kinerja laba semester I-2026 yang jauh melampaui ekspektasi. GGRM membukukan laba bersih Rp 3 triliun atau melonjak tinggi 2.440,2% yoy," ujar Catherine.

Menurut Catherine, realisasi laba tersebut telah mencapai 64,1% dari proyeksi MNC Sekuritas dan 68,5% dari estimasi konsensus untuk tahun 2026.

Lonjakan laba pada semester pertama terutama didorong oleh efek basis rendah dan pemulihan margin yang kuat, meskipun pendapatan GGRM turun 7,2% menjadi Rp 41,2 triliun karena permintaan inti yang masih lemah.

Efisiensi biaya menjadi faktor utama pemulihan laba, dengan harga pokok penjualan turun 13,3%, beban cukai turun 14%, dan beban operasional turun 33,8% yang didukung oleh pengurangan beban karyawan 27,2%.

"Beban pokok pendapatan yang turun lebih cepat daripada pendapatan, ditambah komposisi produk yang lebih baik, membantu pemulihan margin. Penurunan opex kemudian membuat perbaikan tersebut ikut tercermin pada laba bersih," jelas Catherine.

Efisiensi tenaga kerja juga terus berlangsung, dengan jumlah karyawan GGRM per Juni 2026 sekitar 21.100 orang turun dari 27.000 orang pada Juni 2025.

MNC Sekuritas melihat struktur biaya GGRM semakin ramping, menjadi penopang utama pemulihan laba perusahaan.

Dari sisi kebijakan, Menteri Keuangan Purbaya mengindikasikan pemerintah tidak berniat mengubah tarif Cukai Hasil Tembakau pada 2027, dengan fokus bergeser ke stabilitas industri dan pengawasan yang lebih ketat.

Catherine menilai kebijakan ini dapat membantu meredakan tekanan terhadap profitabilitas GGRM.

Meski ada peningkatan laba, pemulihan permintaan produk rokok masih menjadi perhatian, karena pendapatan semester I-2026 tetap turun akibat tekanan portofolio produk utama.

MNC Sekuritas tetap berhati-hati terhadap keberlanjutan pemulihan permintaan dan menilai pertumbuhan laba saat ini lebih didorong oleh efisiensi biaya daripada ekspansi pendapatan.

Keberhasilan GGRM dalam menjaga efisiensi dan stabilitas tarif cukai dinilai penting untuk keberlanjutan pertumbuhan laba di tahun-tahun mendatang.

Seiring dengan revisi proyeksi laba yang naik, MNC Sekuritas meningkatkan rekomendasi saham GGRM dari hold menjadi buy dengan target harga Rp 24.700 per saham.

Target harga ini mencerminkan rasio price to earnings (PE) sebesar 10,2 kali untuk 2026 dan 8,9 kali untuk 2027, serta price to book value (PBV) sebesar 0,7 kali untuk kedua tahun tersebut.

MNC Sekuritas menilai perbaikan laba yang didukung efisiensi biaya dan imbal hasil dividen menarik masih memberikan ruang untuk potensi kenaikan harga saham GGRM.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed