Wall Street Ditutup Menguat Berkat Penurunan Inflasi AS dan Rebound Saham Chip

Smallest Font
Largest Font

Indeks saham di bursa Wall Street ditutup di zona hijau pada perdagangan Selasa waktu setempat, ditopang oleh rilis data inflasi Amerika Serikat yang berada di bawah proyeksi pasar serta pulihnya saham-saham sektor semikonduktor. S&P 500 tercatat naik 0,38% ke level 7.543,59, sedangkan Nasdaq Composite menguat sebesar 0,9% menjadi 26.107,01. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat tipis dengan tambahan 9,63 poin atau sekitar 0,02% ke posisi 52.508,27, seperti dilansir dari Investor Daily.

Laju penguatan Wall Street sempat tertahan akibat merosotnya saham IBM sebesar 25% setelah adanya peringatan laba kuartal II-2026 yang di bawah ekspektasi akibat pelemahan bisnis perangkat lunak.

Namun, sektor teknologi mendapat dorongan besar dari saham-saham semikonduktor yang kembali bangkit setelah mengalami tekanan pada sesi perdagangan sebelumnya. VanEck Semiconductor ETF mengalami kenaikan sebesar 2,5%, sementara Applied Materials dan Teradyne masing-masing melonjak lebih dari 3%.

Saham Lam Research dan Micron Technology juga ditutup melesat sekitar 5%, sedangkan STMicroelectronics menguat di atas 2%. Faktor pendorong utama pasar datang dari laporan Indeks Harga Konsumen yang menunjukkan penurunan 0,4% secara bulanan pada Juni, membawa inflasi tahunan melandai ke angka 3,5%.

Realisasi ini lebih rendah dibanding konsensus para ekonom yang memperkirakan penurunan bulanan sebesar 0,2% dan inflasi tahunan di level 3,8%. Data inflasi terbaru ini memicu optimisme investor bahwa bank sentral Amerika Serikat tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga acuan. Menurut CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan Juli merosot menjadi 17% dari perkiraan sebelumnya yang mencapai 42%.

Kendati demikian, para pelaku pasar masih mengantisipasi adanya peluang kenaikan suku bunga mendekati 60% pada pertemuan bulan September mendatang.

"Data inflasi yang lebih lemah menunjukkan lonjakan inflasi akibat perang Iran mulai mereda. Namun, ini bisa saja hanya bersifat sementara karena ketegangan geopolitik kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir," kata Chief Investment Officer Regan Capital Skyler Weinand. Skyler Weinand menambahkan bahwa Ketua The Fed Kevin Warsh masih menunjukkan sikap hawkish dan tetap berfokus untuk menekan laju inflasi ke target bank sentral. Dalam kesaksiannya di hadapan Kongres AS, Kevin Warsh menyatakan bahwa lonjakan inflasi yang terjadi selama lima tahun terakhir akan segera menjadi bagian dari masa lalu.

Di pasar komoditas, harga minyak dunia memangkas sebagian penguatannya setelah Presiden Donald Trump membatalkan rencana tarif 20% bagi kapal yang melewati Selat Hormuz.

Meski begitu, harga minyak tetap ditutup menguat seiring ketegangan baru setelah militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran. Minyak mentah jenis West Texas Intermediate ditutup naik 1,5% di atas US$79 per barel, sedangkan minyak jenis Brent menguat 1,7% ke atas US$84 per barel.

Adapun dari sektor keuangan, saham Goldman Sachs melonjak hingga 9% setelah merilis laporan laba bersih kuartal II yang melampaui estimasi para analis. Sentimen positif sektor perbankan ini turut mengangkat saham JPMorgan Chase dan Bank of America yang masing-masing menguat di atas 2%.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed