The Fed Tahan Suku Bunga Bursa Wall Street Merosot Tajam

Smallest Font
Largest Font

Bursa saham Wall Street Amerika Serikat melemah tajam pada Rabu (29/7/2026) usai Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 3,50-3,75 persen.

Keputusan tersebut memicu lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS jangka panjang ke tingkat tertinggi sejak 2007. Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 1.153,18 poin atau 2,19 persen ke level 51.594,14, mencatatkan penurunan harian terbesar sejak April 2025. S&P 500 turun 1,52 persen ke 7.316,15, sedangkan Nasdaq Composite anjlok 1,74 persen ke level 24.442,94.

Hasil pemungutan suara FOMC menunjukkan hasil 9 berbanding 3. Tiga suara yang menolak keputusan tersebut datang dari Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack, Presiden The Fed Minneapolis Neel Kashkari, dan Presiden The Fed Dallas Lorie Logan, yang menginginkan kenaikan suku bunga sebesar 25 bps.

"Aktivitas ekonomi terus tumbuh dengan laju yang solid meskipun tingkat ketidakpastian masih tinggi, yang sebagian dipengaruhi oleh konflik di Timur Tengah. Inflasi masih berada di atas target 2% yang ditetapkan Komite, yang sebagian mencerminkan guncangan dari sisi pasokan yang telah mendorong kenaikan harga di sejumlah sektor, termasuk energi. Komite menegaskan akan mewujudkan stabilitas harga," tulis The Fed dalam pernyataan resminya seperti dilansir CNBC Indonesia.

Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bank sentral tidak akan lagi memberikan petunjuk arah kebijakan moneter atau forward guidance kepada pasar secara eksplisit.

"Saya memahami keinginan agar komite ini memberikan proyeksi dan komentar mengenai arah kebijakan. Namun bagi kami, yang terpenting adalah mengamati bagaimana pasar bereaksi terhadap perkembangan yang terjadi secara langsung tanpa filter," ujar Warsh.

Ia menambahkan bahwasanya langkah bank sentral tidak akan ragu-ragu jika situasi ekonomi mendesak adanya penyesuaian.

"Kami telah memulai babak baru dan memahami bahwa inflasi yang telah berada di atas target selama lebih dari lima tahun tidak bisa diselesaikan hanya dalam sembilan minggu atau hanya karena satu bulan penurunan harga yang moderat. The Fed tidak akan goyah dalam mengembalikan inflasi ke target 2%," tegas Warsh.

Warsh juga menyampaikan komitmen penuh lembaga dalam merespons dinamika pasar terkini.

"Keputusan komite ini sangat penting, dan bila diperlukan serta dinilai tepat, kami tidak akan ragu mengambil tindakan," katanya.

Mengenai pergerakan di pasar keuangan, Ketua The Fed tersebut menyambut positif kemandirian para investor.

"Kami tidak mendukung pergerakan pasar tertentu, tetapi kami mengamati harga-harga di pasar dengan sangat saksama," ujar Warsh.

Analis dari Apollo Global Management, Torsten Slok, menilai langkah The Fed memicu ketidakpastian baru di pasar obligasi.

"Sangat sedikit yang bisa Anda tunggulkan di pasar. Itu juga sedikit rumit untuk mencari tahu apa yang menjadi dasar keputusan hari ini," kata Slok dilansir dari Kumparan.

Analis Pacific Investment Management Co, Tiffany Wilding, melihat adanya indikasi pengetatan kebijakan lebih lanjut dari pidato kepemimpinan The Fed.

"Warsh tidak mengatakan apa pun untuk menandakan bahwa kenaikan bisa terjadi segera setelah September," tambah Wilding.

Di sisi lain, Josh Jamner dari ClearBridge Investments mengomentari minimnya sinyal mengenai guncangan ekonomi.

"Namun, konsisten dengan preferensi yang dinyatakannya untuk memberikan lebih sedikit panduan ke pasar keuangan, Warsh menawarkan beberapa petunjuk berharga mengenai pemikirannya saat ini tentang pertanyaan-pertanyaan kunci ini," katanya.

Pendiri DoubleLine Capital Jeffrey Gundlach menilai lonjakan imbal hasil obligasi sebagai desakan agar kebijakan moneter segera diperketat.

"Jika benar ingin membawa inflasi kembali ke 2%, Fed harus mulai menaikkan suku bunga," ujar Gundlach seperti dilansir Investor Trust.

Tekanan di Wall Street kian diperparah oleh lonjakan harga minyak mentah WTI sebesar 6 persen ke US$84,46 per barel akibat eskalasi konflik Timur Tengah serta aksi jual pada saham sektor semikonduktor.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed