Virtue Diagnostics Perkuat Ekosistem Alat Kesehatan di Indonesia

Smallest Font
Largest Font

PT Virtue Diagnostics Indonesia menegaskan komitmen untuk memperkuat ekosistem manufaktur In Vitro Diagnostics (IVD) di dalam negeri saat menghadiri pameran Indohealthcare Gakeslab Expo 2026, Jumat (7/8/2026), sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Langkah ini diwujudkan melalui pengoperasian fasilitas manufaktur modern seluas 12.200 meter persegi di Cikarang. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi tahunan melebihi 1.000 unit instrumen diagnostik dan 6.000 liter reagen setiap hari.

Guna melengkapi portofolio produk lokal, perusahaan mengembangkan lini baru mencakup diagnostik molekuler dan teknologi imunologi berbasis kartrid. Saat ini, sebanyak 193 produk diagnostik telah mengantongi izin edar dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) melampaui 40 persen.

Rangkaian produk diagnostik tersebut disiapkan untuk menunjang program prioritas pemerintah, seperti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), eliminasi tuberkulosis pada 2030, hingga skrining kanker serviks melalui pemeriksaan HPV.

Founder dan Global CEO Virtue Diagnostics Johnson Zhang menyampaikan alasan utama di balik keputusan investasi manufaktur di tanah air.

"Indonesia adalah negara dengan tantangan geografis yang sangat unik. Ribuan pulau, populasi yang besar, dan masih terbatasnya akses layanan diagnostik di berbagai daerah membutuhkan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga diproduksi secara lokal. Karena itu, kami memilih untuk membangun manufaktur di Indonesia, bukan sekadar menjual produk ke Indonesia," jelas Zhang.

Guna mendorong Indonesia menjadi pusat IVD di Asia Tenggara, Zhang menyoroti pentingnya dukungan regulasi industri yang berkelanjutan.

"Kami percaya Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat manufaktur IVD di Kawasan Asia Tenggara. Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan sinergi antara pemerintah dan industri melalui kebijakan yang mendukung investasi jangka panjang, pengadaan berbasis nilai (value-based procurement), perlindungan terhadap produk dengan TKDN tinggi, kontrak pengadaan multi-tahun, serta komunikasi yang lebih erat sebelum implementasi kebijakan baru," ungkap Zhang.

Dalam kesempatan yang sama, Associate Commercial Director PT Virtue Diagnostics Indonesia Kurniasari Endah membeberkan tantangan pasar yang dihadapi produsen lokal.

"Kami menyadari bahwa memasuki pasar Indonesia pada 2024 bukanlah perjalanan yang mudah. Selain menghadapi kondisi pasar yang menantang, kami juga harus membangun kepercayaan terhadap produk IVD lokal di tengah dominasi merek-merek global yang telah hadir selama puluhan tahun," jelas Kurniasari.

Hingga pertengahan 2026, manufaktur di Cikarang tersebut telah memproduksi lebih dari 150 unit instrumen diagnostik dan 31.000 kit reagen yang terdistribusi ke berbagai fasilitas kesehatan nasional.

"Pencapaian ini menjadi bukti bahwa produk IVD hasil manufaktur Indonesia mampu bersaing dari sisi kualitas, performa, maupun keandalannya. Kami bangga karena semakin banyak tenaga kesehatan yang mempercayakan pelayanan diagnostiknya kepada produk buatan dalam negeri," jelas Kurniasari.

Sektor manufaktur ini juga telah meraih sertifikasi ISO 13485 untuk Sistem Manajemen Mutu Alat Kesehatan. Selain memenuhi kebutuhan domestik, perusahaan mulai melakukan penetrasi pasar global lewat ekspor reagen Virtuedx dan instrumen Vercentra ke Filipina.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed