JP Morgan Katrol Target Harga Saham BBRI ke Rp 3.400
Lembaga keuangan global JP Morgan menaikkan rekomendasi saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi overweight dengan target harga Rp 3.400 per lembar.
Langkah penyesuaian tersebut dilandasi oleh potensi pemulihan kinerja bisnis modal mikro serta perbaikan kualitas aset perseroan, sebagaimana dikutip dari Investor Daily.
Riset JP Morgan menilai kekuatan utama BBRI terletak pada segmen kredit mikro yang mampu mencetak profitabilitas tinggi bagi perseroan.
Meskipun sempat mengalami pemburukan kualitas aset, langkah perbaikan internal serta dukungan program pemerintah dinilai efektif mempercepat pemulihan bisnis bank pelat merah ini.
Valuasi saham BBRI saat ini tergolong murah sehingga berpeluang menjadi pemicu kuat reli harga di pasar modal.
Target harga Rp 3.400 dihitung menggunakan asumsi PBV wajar 1,2 kali, tingkat ROE 17,4 persen, serta biaya modal 15,4 persen.
Di sisi lain, jumlah pemegang saham perseroan mencatatkan kenaikan signifikan pada periode Juli 2026.
Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang saham, jumlah investor BBRI bertambah 4.381 pihak menjadi 782.991 pemegang saham per akhir Juli 2026.
Angka tersebut meningkat jika dibandingkan dengan posisi akhir Juni 2026 yang tercatat sebanyak 778.610 pihak.
Porsi saham free float mengalami sedikit penurunan menjadi 42,54 persen dari sebelumnya 42,57 persen.
Sementara itu, kepemilikan PT Danantara Asset Management tetap dominan dengan menguasai 52,65 persen saham BBRI.
Sepanjang bulan Juli 2026, pergerakan saham emiten perbankan ini sempat melonjak hingga 11,36 persen.
Namun pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026, saham BBRI berbalik arah dan melemah 1,28 persen ke level Rp 3.090 per saham.
Transaksi harian mencapai 232,23 juta saham dengan frekuensi 45.504 kali dan nilai transaksi sebesar Rp 724,68 miliar.
Investor asing membukukan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp 57,9 miliar pada hari tersebut.
Kondisi ini terjadi setelah dua hari sebelumnya pemodal asing melakukan aksi beli bersih, bahkan sempat menembus Rp 506,88 miliar pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Proyeksi Analis Sekuritas
Analisis teknikal dari CGS International Sekuritas menunjukkan potensi pergerakan saham BBRI berada pada level support 3.067 dan 3.043.
Adapun area resistance pertama berada di level 3.137, sedangkan resistance kedua diproyeksikan pada level 3.183.
Sementara itu, KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga mencapai Rp 4.010 per lembar.
Target harga berbasis Gordon Growth Model tersebut mencerminkan rasio price to book value sebesar 1,8 kali untuk proyeksi 2026.
Saat ini saham BBRI diperdagangkan pada harga relatif murah dengan P/B 2026 sebesar 1,2 kali, berada di bawah kisaran rata-rata historisnya.
Katalis positif pemicu kenaikan mencakup pertumbuhan kredit yang melebihi ekspektasi serta kenaikan pendapatan non-bunga yang lebih kuat.
Penurunan biaya kredit seiring perbaikan kualitas aset juga dapat mendorong pertumbuhan laba operasional perseroan.
Namun, pelaku pasar perlu mencermati risiko pertumbuhan kredit yang lebih rendah serta potensi lonjakan biaya pencadangan.
Tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan sentimen negatif domestik juga berisiko membayangi laju pergerakan saham ke depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow