BRI Geser Prioritas Laba dan Alokasi Dividen untuk Modal Ekspansi

Smallest Font
Largest Font

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengindikasikan penurunan rasio pembayaran dividen dari 92 persen pada tahun buku 2025 menjadi 60 persen secara bertahap di Jakarta pada Selasa (1/9/2026). Langkah penggeseran prioritas penggunaan laba ini dilakukan perseroan demi memperkuat struktur permodalan guna mendukung pertumbuhan bisnis.

Dilansir dari Investor Daily, penahanan laba yang lebih besar tersebut diproyeksikan memberikan ruang ekspansi, terutama dalam mendorong kembali penyaluran kredit mikro. Pada saat bersamaan, emiten perbankan BUMN ini menargetkan tingkat pengembalian terhadap ekuitas atau return on equity (ROE) meningkat kembali ke kisaran 20 persen dari posisi saat ini sebesar 18,8 persen.

Head of Research Pluang Maju Sekuritas, Jason Gozali menilai perubahan kebijakan modal tersebut perlu dicermati bersamaan dengan fokus baru perseroan pada segmen mikro.

"Bagi investor yang mengandalkan BBRI sebagai saham dengan imbal hasil dividen tinggi, perubahan tersebut dapat mengurangi pendapatan pasif dalam jangka pendek. Namun, strategi itu ditujukan untuk memberikan kapasitas modal yang lebih besar bagi ekspansi bisnis," kata Jason Gozali, Head of Research Pluang Maju Sekuritas di Jakarta pada Selasa (1/9/2026).

Strategi penguatan modal internal ini berjalan seiring dengan pertumbuhan kinerja keuangan perusahaan pada semester I-2026. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp31,18 triliun atau tumbuh 17,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp26,53 triliun, disokong kenaikan pendapatan bunga bersih 9,9 persen menjadi Rp80,53 triliun serta penurunan beban bunga 5,9 persen menjadi Rp27,39 triliun.

Efisiensi operasional BRI juga mengalami perbaikan yang tercermin dari penurunan rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) dari 71,8 persen menjadi 69,56 persen, serta perbaikan cost to income ratio dari 38,52 persen menjadi 35,49 persen. Meskipun beban impairment naik 9,5 persen menjadi Rp25,51 triliun akibat perluasan kredit, laba operasional tetap menguat 14,8 persen mencapai Rp40,17 triliun dengan total aset bertumbuh 11,7 persen menjadi Rp2.352 triliun.

Pluang Maju Sekuritas menetapkan rekomendasi buy untuk saham BBRI dengan target harga Rp4.050 dalam jangka waktu 12 bulan. Rekomendasi tersebut didasarkan pada efisiensi biaya dana, prospek pemulihan kredit mikro yang bermargin tinggi, serta perbaikan kualitas laba jangka panjang.

Segmen kredit mikro dinilai berpotensi mendongkrak margin bunga bersih (NIM) yang saat ini berada di level 6,4 persen. Di sisi lain, indikator risiko memperlihatkan gross NPL membaik ke level 3,15 persen meski NPL bersih naik tipis menjadi 1,04 persen, Loan to Deposit Ratio (LDR) naik ke 91,3 persen, dan rasio KPMM berada di posisi 19,35 persen.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed