Saham BBRI Melesat 6,91 Persen di Agustus Usai Foreign Net Buy
Aksi beli bersih oleh investor asing mewarnai pergerakan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sepanjang Agustus 2026. Berdasarkan data yang dikutip dari Investor Daily, investor asing membukukan nilai net buy sebesar Rp 1,51 triliun pada periode tersebut.
Capaian ini membalikkan tren lima bulan sebelumnya yang selalu mencatatkan posisi net sell asing setiap bulannya. Seiring dorongan arus modal masuk tersebut, harga saham BBRI melonjak 6,91 persen sepanjang Agustus 2026.
Pada penutupan perdagangan Senin, 31 Agustus 2026, harga saham berkode BBRI menguat 1,88 persen ke level Rp 3.250. Volume perdagangan tercatat mencapai 353,83 juta saham dengan frekuensi 3.996 kali dan nilai transaksi sebesar Rp 1,15 triliun.
Dari sisi kinerja keuangan, perseroan membukukan laba bersih Rp 30,9 triliun pada semester pertama 2026 (1H26). Realisasi ini tumbuh 17 persen secara tahunan (yoy) dan melampaui estimasi awal.
"Pencapaian tersebut sedikit melampaui ekspektasi karena telah memenuhi 53% dari estimasi konsensus untuk 2026," kata Lead Investment Analyst Stockbit Group, Edi Chandren dalam ulasannya, Senin (31/8/2026).
Pertumbuhan laba emiten perbankan ini mengalami akselerasi pada kuartal kedua 2026 (2Q26) dengan torehan laba bersih Rp 15,4 triliun. Angka ini meningkat 21 persen yoy, meskipun terkoreksi tipis 1 persen secara kuartalan (qoq).
Laju kenaikan laba tahunan pada kuartal II-2026 tercatat lebih tinggi dibandingkan kuartal I-2026 (1Q26) yang sebesar 14 persen yoy. Peningkatan tersebut ditopang oleh pertumbuhan laba operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit/PPOP).
"Penguatan itu ditopang oleh pertumbuhan laba operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit/PPOP) yang lebih tinggi," ungkap Edi.
Kenaikan PPOP dipicu oleh efisiensi beban operasional yang membaik, sehingga mampu mengompensasi lonjakan beban provisi pada kuartal kedua. Alhasil, laba bersih perseroan tetap terakselerasi meski menghadapi pencadangan yang lebih besar.
Selain pencapaian laba, kinerja penyaluran kredit dan pembiayaan BRI turut mengalami percepatan. Hingga akhir Juni 2026, total pembiayaan naik 5 persen qoq menjadi Rp 1.646 triliun, atau tumbuh 16 persen secara tahunan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow