Suadesa Festival 2026 Buka Peluang Ekonomi UMKM di Sleman

Smallest Font
Largest Font

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Tiyasan, Kabupaten Sleman, memperoleh ruang penguatan ekonomi melalui pergelaran Suadesa Festival 2026 pada 22–23 Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Ajang yang mempertemukan sektor usaha, kuliner, hiburan, dan edukasi ini turut mengintegrasikan pemanfaatan energi gas bumi untuk mendukung aktivitas ekonomi serta sosial masyarakat setempat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Abu Bakar menyatakan bahwa kawasan Tiyasan mengalami perkembangan pesat dari sekadar jalur lintasan menjadi pusat perputaran ekonomi warga.

"Sepuluh tahun lalu Tiyasan belum begitu familiar di Yogyakarta, khususnya di Sleman. Dulu hanya menjadi jalan pintas dari Ngaglik menuju Terminal Condongcatur. Sekarang kita bisa meramaikan kawasan ini, anak-anak bisa berkumpul, dan ada perputaran rezeki (ekonomi) bagi pelaku usaha maupun masyarakat," ujar Abu Bakar dalam pembukaan Suadesa Festival, Sabtu (22/8/2026) malam.

Ia menilai keterlibatan BUMN dalam agenda lokal memberikan dampak finansial langsung bagi warga sekitar kawasan tersebut.

"Dengan keterlibatan BUMN seperti PGN dalam pelaksanaan aktivitas lokal, ada perputaran rezeki di situ. Baik bagi pelaku usaha, masyarakat, maupun warga Tiyasan," tambahnya.

Dukungan berkelanjutan terhadap ekosistem bisnis lokal juga disuarakan oleh pihak kementerian terkait agar dampak ekonomi tidak berhenti saat festival usai.

"Kami memberikan wadah kepada UMKM dengan ekosistem yang dibutuhkan supaya UMKM kita semakin maju. Meskipun nanti kegiatan selesai, manfaatnya kami harapkan bisa terus berlanjut," kata Direktur Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BP BUMN Edi Eko Cahyono.

Dari sisi pemenuhan energi, penggunaan teknologi Compressed Natural Gas (CNG) dihadirkan untuk menunjang operasional para pedagang di lokasi acara.

"Secara ekonomi, bapak-ibu disiapkan tempat untuk berjualan agar bisa mandiri. Kemudian secara sosial disiapkan oleh Pemkab Sleman dalam kegiatan yang luar biasa. Kita juga menyiapkan tempat untuk memasak dengan energi yang bersih," tutur Direktur Infrastruktur & Teknologi PGN Hery Murahmanta di hadapan para pelaku UMKM dan masyarakat yang hadir di Suadesa Festival.

Hery menjelaskan bahwa integrasi antara perdagangan, hiburan, dan pasokan energi bersih dapat menggerakkan roda perekonomian wilayah secara terpadu.

"Kita bisa jualan, ada pembeli, ada hiburannya, ada energinya. Sehingga konsumen bisa nyambung semua. Ini kita harapkan menjadi langkah pertama," tuturnya.

Selain penyediaan CNG di area festival, perluasan jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga terus dilakukan di wilayah Sleman dengan mencatat sekitar 4.500 sambungan terpasang.

"PGN Group berusaha menyiapkan infrastruktur untuk energi yang ada, dan energinya bisa berkesinambungan. Bapak-Ibu nanti bisa menggunakan CNG maupun gas yang selama ini sudah digunakan oleh saudara-saudara kita di Kabupaten Sleman," pungkas Hery.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed