PGN memperluas pemanfaatan jaringan gas bumi di Sleman
Pemanfaatan jaringan gas bumi di Sleman, Yogyakarta, terus berkembang untuk kebutuhan rumah tangga dan aktivitas usaha, sebagaimana dilansir dari Investor Daily. Hingga 2026, PT Perusahaan Gas Negara melayani 4.545 pelanggan rumah tangga serta pelanggan kecil dan komersial.
Investor Daily menyebut jaringan gas bumi di Sleman dikelola oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan menjangkau 6 pelanggan kecil serta 4 pelanggan komersial atau industri. Pengembangan itu disebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan energi praktis, efisien, dan andal.
Investor Daily menyoroti RM Padang Payakumbuah yang menggunakan gas bumi sejak November 2024. Penyediaan gas untuk restoran ini melibatkan PT Gagas Energi Indonesia, anak perusahaan PGN.
"Dua manfaat penting yang kami rasakan dari penggunaan gas bumi adalah keamanan dan kepastian pasokan. Keduanya sangat penting bagi bisnis kuliner karena kebutuhan bahan bakar berlangsung setiap hari, termasuk ketika aktivitas dapur sedang tinggi seperti saat libur panjang," ujar Adi Saputra, Manajemen RM Padang Payakumbuah Yogyakarta.
Adi Saputra juga menyampaikan konsumsi gas bumi RM Padang Payakumbuah berada di kisaran 1.900 sampai 2.000 meter kubik per bulan. Investor Daily mencatat penggunaan tersebut menghasilkan efisiensi biaya bahan bakar sekitar 30 persen.
Sebelum memakai gas bumi, biaya bahan bakar restoran dilaporkan mencapai sekitar Rp40 juta per bulan, lalu turun menjadi sekitar Rp25 sampai 30 juta per bulan menurut Investor Daily.
Investor Daily juga memuat contoh Nasi Goreng Pak Wit yang beralih menggunakan gas bumi dalam setahun terakhir. Elin, pemilik Nasi Goreng Pak Wit, menyebut biaya bahan bakar turun dari sekitar Rp1,5 juta per bulan menjadi sekitar Rp600 ribu per bulan.
"PGN terus mengoptimalkan pemanfaatan jaringan gas bumi yang telah tersedia dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan dan aspek keekonomian. Kami ingin memastikan infrastruktur yang sudah dibangun dapat memberikan manfaat seluas-luasnya, baik bagi rumah tangga maupun kegiatan usaha masyarakat," jelas Area Head PGN Semarang Sugianto Eko Cahyono.
Investor Daily menyebut PGN menekankan pemantauan instalasi dan layanan penanganan gangguan selama 24 jam. Setiap laporan akan ditindaklanjuti tim penanganan gangguan sesuai prosedur.
Dari sisi keselamatan, Investor Daily melaporkan gas bumi disalurkan dengan tekanan rendah untuk meminimalkan dampak tekanan gas. Gas bumi disebut memiliki massa jenis lebih ringan dibanding udara sehingga cenderung bergerak ke atas saat terlepas, sehingga ventilasi memadai dinilai penting.
"Bagi kami, keberadaan jargas bukan hanya mengenai tersedianya energi di rumah pelanggan. Ketika gas bumi juga dapat dimanfaatkan oleh restoran, UMKM, dan pelaku usaha lainnya, manfaat infrastrukturnya menjadi lebih luas karena ikut mendukung kegiatan ekonomi masyarakat," tutup Sugianto.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow