Saham BRIS Melonjak Tinggi dan Sukses Cetak Kenaikan Tertinggi

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) tampil sebagai pencetak kenaikan tertinggi di antara emiten perbankan pada perdagangan hari ini. Dilansir dari Investor Daily, bank syariah terbesar di Indonesia ini mencatat lonjakan saham sebesar 170 poin atau 9,77 persen ke level 1.910.

Pertumbuhan tersebut mengungguli penguatan bank-bank himbara dan swasta lainnya. Penguatan BRIS didukung oleh volume transaksi sebesar 64,8 juta saham dengan nilai turnover mencapai Rp 116,6 miliyar.

Frekuensi transaksi saham ini tercatat mencapai 15.134 kali. Di sisi penawaran, posisi bid berada di angka 1.910 dengan antrean beli 21.281 lot, sedangkan ask berada di 1.915 dengan antrean jual 6.062 lot.

Kondisi ini mengindikasikan minat beli yang masih cukup kuat menjelang penutupan sesi perdagangan. Lonjakan saham BRIS terjadi di tengah perbaikan sentimen pasar modal domestik.

Aliran dana asing belakangan mulai menunjukkan tanda-tanda berbalik arah setelah mencatatkan penjualan bersih kumulatif yang cukup besar sepanjang tahun berjalan. Investor asing membukukan pembelian bersih jumbo senilai Rp 1,22 triliun di seluruh pasar pada perdagangan Kamis (16/7/2026).

Saham perbankan besar seperti BBCA dan BMRI menjadi incaran utama dalam pergerakan tersebut. Tren positif ini berlanjut pada sesi pertama Jumat (17/7), dengan investor asing kembali mencatatkan net buy meski dalam jumlah lebih kecil.

"Meski mencatat lonjakan tajam hari ini, perlu dicatat bahwa saham BRIS masih berada dalam tren pemulihan setelah mengalami koreksi signifikan dalam setahun terakhir. Sejumlah analis mengingatkan bahwa tantangan seperti tekanan biaya dana serta potensi dilusi akibat kewajiban pemenuhan aturan free float minimum tetap menjadi faktor risiko yang perlu dicermati investor ke depan," ujar Investor Relation BSI, Rizky Budinanda dalam keterangan resmi yang diperoleh pada Jumat (17/7/2026).

"Dengan kombinasi antara membaiknya sentimen aliran dana asing dan fundamental kinerja yang tetap terjaga, pergerakan saham BRIS hari ini menjadi sinyal bahwa minat pasar terhadap emiten perbankan syariah pelat merah tersebut masih tergolong tinggi, di tengah dinamika pasar modal domestik yang berangsur membaik," jelasnya.

Kinerja Keuangan Tetap Solid

Di luar dinamika pasar modal, penguatan harga saham BRIS juga didorong oleh pencatatan kinerja keuangan perseroan yang solid. Pembiayaan BSI tercatat menyentuh angka Rp 335 triliun pada Mei 2026.

Pada kuartal I 2026, BRIS berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 2,2 triliun, atau tumbuh 17,1 persen secara tahunan. Kenaikan laba bersih BSI juga terus tumbuh sebesar 16,73 persen pada Mei 2026.

Pertumbuhan pada kuartal pertama ditopang oleh ekspansi pembiayaan sebesar 14,4 persen YoY. Selain itu, terdapat perbaikan margin bunga bersih (NIM) menjadi 5,6 persen dari posisi 5,3 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

BRIS turut membukukan pertumbuhan dana murah (CASA) sebesar 21,4 persen YoY. Catatan ini didukung oleh pertumbuhan tabungan sebesar 20 persen serta kenaikan giro sebesar 24 persen.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed