Saham Antam Melonjak 5,88 Persen Usai Transaksi Saham Membludak

Smallest Font
Largest Font

Saham PT Antam Tbk (ANTM) melesat 5,88 persen menuju level Rp 3.060 per lembar pada penutupan sesi I perdagangan Rabu (5/8/2026). Penguatan harga saham emiten pertambangan BUMN ini terdorong oleh lonjakan volume transaksi investor yang signifikan, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Aktivitas perdagangan ANTM mencatatkan volume sebanyak 132,63 juta saham dengan frekuensi 26.807 kali dan nilai transaksi mencapai Rp 398,14 miliar. Angka ini meningkat pesat dibanding total perdagangan sepanjang 4 Agustus 2026 yang tercatat 70,02 juta saham dengan nilai Rp 202,59 miliar. Pergerakan tersebut memperkuat tren positif ANTM yang menguat 7,75 persen dalam sepekan terakhir.

Sebelum kenaikan harga saham terjadi, pihak perseroan telah menyampaikan keterbukaan informasi terkait rencana penyampaian laporan keuangan semester I-2026. Perseroan wajib menyerahkan laporan keuangan konsolidasian interim yang ditelaah secara terbatas oleh auditor eksternal sesuai regulasi Australian Securities Exchange (ASX).

Kewajiban penelaahan terbatas ini juga merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14/POJK.04/2022 serta Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00087/BEI/12-2025 perihal Kewajiban Penyampaian Informasi. Langkah penelaahan tersebut dilakukan guna menjaga akuntabilitas laporan berkala perusahaan publik.

"PT Antam (Persero) Tbk akan melakukan penyampaian laporan keuangan kuartal II untuk tahun buku 2026 yang ditelaah secara terbatas oleh akuntan publik," kata Wisnu Danandi Haryanto, Sekretaris Perusahaan Antam (ANTM).

Dari sisi kinerja finansial, Antam mengantongi laba bersih Rp 3,4 triliun pada kuartal I-2026, melonjak 60 persen dibandingkan Rp 2,13 triliun pada periode sama tahun sebelumnya. Kenaikan laba bersih ini didorong pertumbuhan pendapatan kontrak pelanggan sebesar 12 persen menjadi Rp 29,32 triliun, sementara beban pokok penjualan hanya naik 5 persen menjadi Rp 23,70 triliun.

Per 31 Maret 2026, total aset perseroan tumbuh menjadi Rp 63,29 triliun dari posisi Rp 52,53 triliun pada akhir 2025. Liabilitas perusahaan tercatat naik ke posisi Rp 22,88 triliun akibat peningkatan pinjaman bank menjadi Rp 5,48 triliun, sedangkan total ekuitas meningkat mencapai Rp 40,40 triliun.

Mengenai kinerja operasional, produksi emas tambang Antam pada kuartal II-2026 mencapai 232 kg, naik 12 persen secara tahunan. Namun, total akumulasi produksi emas semester I-2026 sedikit turun menjadi 433 kg. Sementara itu, volume penjualan emas pada semester I-2026 tercatat sebesar 18.080 kg.

Pihak manajemen menjelaskan fokus strategi korporasi dalam menjaga ketersediaan pasokan komoditas di pasar domestik.

"ANTAM terus menghadirkan produk logam mulia yang berkualitas, terpercaya, dan semakin mudah diakses masyarakat melalui kerja sama dengan mitra strategis domestik," kata manajemen Antam.

Selain emas, Antam mencatatkan kenaikan penjualan feronikel sebesar 420 persen pada kuartal II-2026 menjadi 4.802 TNi. Penjualan bijih nikel semester I-2026 mencapai 6,77 juta wmt untuk pasar domestik, sedangkan penjualan bauksit naik 24 persen menjadi 1,26 juta wmt. Produksi alumina melalui PT Indonesia Chemical Alumina juga tumbuh 12 persen menjadi 100.257 ton pada semester I-2026.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed