Laba Bersih Antam Capai Rp6,4 Triliun Pada Semester I 2026

Smallest Font
Largest Font

PT Antam Tbk (ANTM) membukukan laba bersih sebesar Rp6,4 triliun sepanjang semester I-2026, melonjak 36 persen secara tahunan, sebagaimana dilansir dari Investor Daily pada Rabu (2/9/2026).

Capaian laba tersebut telah memenuhi 69,7 persen dari estimasi laba setahun penuh 2026. Sementara itu, pendapatan perseroan tercatat mencapai Rp62,7 triliun atau tumbuh 6,3 persen secara tahunan.

Pertumbuhan pendapatan perusahaan tambang BUMN ini terutama disokong oleh segmen nikel yang tumbuh 32,4 persen secara tahunan. Selain itu, segmen bauksit dan alumina turut menyumbang pertumbuhan sebesar 28,3 persen, sedangkan penjualan emas tercatat hanya naik 1,4 persen.

Pada kuartal II-2026, Antam mengantongi laba bersih Rp3 triliun. Angka ini mengalami penurunan 12,5 persen secara kuartalan, namun secara tahunan masih tumbuh 16,2 persen.

"Realisasi tersebut 7% di atas estimasi BRI Danareksa," tulis Analis BRI Danareksa Sekuritas, Andhika Audrey dalam risetnya.

Pada segmen nikel, kenaikan harga jual rata-rata sebesar 18,7 persen secara kuartalan menjadi US$ 80 per ton berhasil mendongkrak marjin laba bersih nikel Antam menjadi 54,5 persen.

"Kenaikan ini mendorong margin laba bersih (net profit margin/NPM) nikel menjadi 54,5%, naik 410 basis poin (bps) qoq," jelas Andhika.

Di sisi lain, harga jual rata-rata emas Antam melandai 9,2 persen secara kuartalan menjadi US$ 4.753 per troy ounce. Meski volume penjualan emas meningkat 13,6 persen menjadi 9,6 ton, marjin laba bersih segmen emas tergerus menjadi 4,4 persen.

BRI Danareksa Sekuritas memilih untuk mempertahankan rekomendasi beli untuk saham ANTM dengan target harga Rp4.800. Proyeksi pendapatan dan laba bersih Antam hingga akhir tahun 2026 dipertahankan masing-masing pada angka Rp118,7 triliun dan Rp9,2 triliun.

Meskipun demikian, terdapat risiko penurunan pada target volume penjualan emas. Hingga pertengahan tahun, penjualan emas baru menyentuh 18,1 ton, sementara pasokan dari Freeport diperkirakan hanya berkisar 12 hingga 15 ton sepanjang 2026.

Pihak sekuritas bakal mencermati laporan keuangan Antam pada kuartal III-2026 guna memastikan efektivitas pemulihan harga emas terhadap permintaan domestik sebelum melakukan penyesuaian proyeksi.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed