Laba PT ANTAM Tbk Tumbuh 34 Persen Semester I 2026
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan pertumbuhan laba periode berjalan sebesar 34 persen secara tahunan menjadi Rp6,91 triliun pada semester I-2026. Capaian positif ini dilaporkan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Lonjakan kinerja keuangan BUMN tambang ini ditopang oleh efisiensi operasional dan optimalisasi penjualan di pasar domestik. Selain itu, kinerja profitabilitas turut didorong oleh kenaikan penghasilan lain-lain sebesar 41 persen menjadi Rp559,37 miliar berkat laba selisih kurs dan keuntungan entitas asosiasi.
Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto menyatakan bahwa perseroan sukses mempertahankan kinerja keuangan berkat disiplin modal kerja. Dampak efisiensi tersebut memperkuat pijakan perseroan untuk pertumbuhan bisnis di masa mendatang.
"Pencapaian tersebut menjadi landasan bagi ANTAM untuk terus meningkatkan kinerja melalui penguatan beyond operational excellence, sehingga Perusahaan dapat semakin unggul, adaptif, dan mampu menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan," kata Untung Budiharto, Direktur Utama ANTAM.
Manajemen perseroan berfokus menjaga keseimbangan modal kerja serta likuiditas untuk mengantisipasi dinamika pasar. Langkah penguatan disiplin keuangan ini menjadi prioritas utama jajaran direksi dalam mengawal arus kas perusahaan.
"Capaian kinerja operasional ANTM pada semester I-2026 merefleksikan optimalisasi portofolio komoditas dan konsistensi perusahaan dalam menjaga keunggulan operasional untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan," kata Untung Budiharto, Direktur Utama ANTAM.
Peningkatan pendapatan juga dibarengi dengan komitmen perseroan dalam menjaga kelancaran konversi kas harian. Upaya pengelolaan keuangan tersebut difokuskan pada optimalisasi perputaran persediaan barang di setiap segmen usaha.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Aneka Tambang Arini Kasmira menyampaikan, dengan kinerja profitabilitas yang tetap solid secara tahunan, fokus ANTM adalah memastikan kinerja tersebut dapat dikonversikan menjadi arus kas yang sehat dan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, total penjualan bersih ANTM pada semester I-2026 mencapai Rp62,71 triliun atau naik 6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Komoditas emas menjadi penyumbang terbesar pendapatan dengan kontribusi mencapai 80 persen dari total penjualan perseroan.
Selain emas, segmen nikel memberikan kontribusi 17 persen atau senilai Rp10,41 triliun terhadap total penjualan bersih. Sementara itu, segmen bauksit dan alumina turut menyumbangkan 3 persen dari total pendapatan perseroan dengan nilai Rp1,88 triliun.
| No | Nama Broker | Net Value | Harga Rata-rata Beli |
|---|---|---|---|
| 1 | Maybank Sekuritas | Rp46,38 Miliar | Rp3.214/saham |
| 2 | CGS International Sekuritas | Rp18,55 Miliar | Rp3.213/saham |
| 3 | RHB Sekuritas | Rp17,52 Miliar | Rp3.204/saham |
| 4 | Mirae Asset Sekuritas | Rp14,57 Miliar | Rp3.209/saham |
| 5 | Supra Sekuritas | Rp9,53 Miliar | Rp3.281/saham |
Kinerja keuangan yang solid ini mendorong aksi beli saham ANTM oleh sejumah instansi sekuritas di bursa efek. Pada laporan posisi keuangan per semester I-2026, aset ANTM tercatat naik 27 persen menjadi Rp61,27 triliun dengan posisi kas dan setara kas sebesar Rp9,23 triliun.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow