Robert Budi Hartono Resmi Menjadi Pengendali Tunggal BCA

Smallest Font
Largest Font

Robert Budi Hartono resmi menjadi satu-satunya Pemegang Saham Pengendali Terakhir PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada Senin (3/8/2026). Perubahan tersebut terjadi setelah sang kakak, Bambang Hartono, meninggal dunia.

Otoritas Jasa Keuangan telah mencatat perubahan pengendalian tersebut melalui Surat Nomor SR 21/PB.333/2026 tertanggal 29 Juli 2026. BCA secara resmi menerima surat penetapan OJK tersebut pada 30 Juli 2026.

Perubahan status pengendali ini berakar dari penyesuaian kepemilikan di PT Dwimuria Investama Andalan, induk usaha yang memegang 54,94 persen saham BCA. Bambang Hartono sebelumnya terdaftar sebagai pemegang saham pengendali di perusahaan induk tersebut bersama Robert.

Pihak manajemen BCA memastikan status baru Robert tidak mengubah porsi kepemilikannya di PT Dwimuria Investama Andalan. Robert tetap memegang 51 persen saham dari total modal disetor pada perusahaan tersebut.

"Dengan perubahan di tingkat perusahaan induk tersebut, Robert resmi menjadi Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) BCA secara tunggal," ujar Corporate Secretary BCA, Rudy Budiardjo, dilansir dari Kompas.com.

Manajemen menegaskan peralihan posisi ini tidak mengganggu operasional perusahaan secara keseluruhan.

"Sehubungan dengan telah meninggal dunianya Alm. Bapak Bambang Hartono yeng merupakan pemegang saham dari PT Dwimuria Investama (PT DIA) yang juga merupakan pemegang saham pengendali terakhir Perseroan, maka terdapat perubahan pemegang saham pengendali yang semula Bapak Bambang Hartono dan Bapak Robert Budi Hartono menjadi Bapak Robert Budi Hartono," tulis Corporate Secretary BBCA, Rudy Budiardjo, dikutip dari Tirto.id.

Rudy menjamin dinamika manajerial ini tidak menimbulkan celah bagi kinerja keuangan maupun operasional perusahaan swasta terbesar di Indonesia tersebut.

"Dengan demikian, pemegang saham pengendali terakhir Perseroan menjadi Bapak Robert Budi Hartono," tambah Rudy.

Pihak perseroan mengonfirmasi aspek legalitas serta kelangsungan bisnis tetap berjalan lancar sesuai rencana.

"Informasi atau fakta material yang diungkapkan tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi dan kinerja keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan," tukas Rudy.

Kekayaan Robert Budi Hartono sebagian besar ditopang oleh kepemilikan saham di BCA secara langsung maupun tidak langsung. Berdasarkan kalkulasi Bloomberg, Robert mencatatkan estimasi kekayaan bersih sebesar 19,9 miliar dollar AS atau Rp358 triliun per Agustus 2026.

Selain sektor perbankan, Robert memegang saham mayoritas di PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli) sebesar 77,7 persen dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) sebesar 45,29 persen. Sementara itu, Forbes mencatat total kekayaannya berada pada angka 15,7 miliar dollar AS.

Dari sisi kinerja, BCA membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp29,5 triliun pada semester I 2026, tumbuh 1,8 persen secara tahunan. Penyaluran kredit BCA juga tercatat naik 8 persen mencapai Rp1.036 triliun hingga akhir Juni 2026.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed