KB Valbury Proyeksikan Laba BCA Solid dan Rekomendasikan Beli Saham BBCA

Smallest Font
Largest Font

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 12,2% secara bulanan menjadi Rp 5,06 triliun pada Juli 2026, yang membuat perolehan laba kumulatif tujuh bulan mencapai Rp 35,25 triliun, seperti dilansir dari Investor Daily.

Hasil kinerja keuangan tersebut dinilai masih sesuai dengan estimasi internal KB Valbury Sekuritas maupun konsensus pasar secara keseluruhan. Realisasi hingga bulan ketujuh tersebut masing-masing telah memenuhi sekitar 58,6% dan 57,3% dari total target setahun penuh.

Analis KB Valbury Sekuritas, Akhmad Nurcahyadi memberikan penjelasan terkait tingkat pencapaian target keuangan perseroan tersebut dalam riset terbarunya.

"Pencapaian tujuh bulan pada 2026 masing-masing telah memenuhi 58,6% dan 57,3% dari estimasi setahun penuh," tulis Akhmad dalam risetnya.

Sisi penyaluran kredit BBCA mencatatkan kenaikan 8,4% secara tahunan (yoy), yang masih berada di dalam rentang target perseroan sebesar 8% hingga 10%. Sementara itu, total Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 8,2% yoy ditopang kenaikan giro 16,8% yoy, meski deposito berjangka terkoreksi 5% yoy.

Akhmad Nurcahyadi memaparkan kinerja rasio Margin Bunga Bersih atau Net Interest Margin (NIM) perseroan yang masih terjaga solid.

"Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) tercatat sebesar 5,43%. Angka tersebut masih berada dalam kisaran ekspektasi NIM tahun 2026 sebesar 5,4%-5,6%," jelas Akhmad.

Tingkat imbal hasil ekuitas (RoE) BCA tercatat tetap berada di atas asumsi dasar valuasi yang ditetapkan. Kualitas aset bank swasta terbesar di Indonesia ini juga dinilai tetap terjaga baik.

KB Valbury Sekuritas memproyeksikan perolehan PATMI (bank only) BCA pada kuartal III-2026 dapat menyentuh Rp 14,78 triliun atau tumbuh 2,8% yoy. Perkiraan tersebut akan mengantarkan total PATMI selama sembilan bulan pertama tahun 2026 mencapai Rp 44,32 triliun.

Atas dasar fundamental yang kuat tersebut, KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBCA dengan patokan target harga di level Rp 9.480 per lembar saham. Target ini mencerminkan estimasi valuasi Price to Book (P/B) sebesar 3,8 kali untuk tahun 2026, dibanding posisi saat ini yang berada di kisaran 2,6 kali.

Peluang re-rating valuasi terbuka apabila katalis positif terealisasi, seperti pertumbuhan kredit yang melampaui estimasi, penurunan Cost of Credit (CoC), dan perbaikan sentimen pasar. Namun, risiko penekan kinerja tetap ada jika terjadi penurunan NIM yang lebih dalam, tingginya biaya pendanaan, serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed