Pengamat Ingatkan Pemerintah Jaga Keseimbangan Pemanfaatan CPO untuk B50
Penulis : Erfan Ma’ruf 21 Jul 2026 | 15:33 WIB
Petani melakukan aktivitas bongkar muat Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit hasil panen miliknya di Desa Cot Darat, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Jumat (17/7/2026). (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
JAKARTA, investor.id – Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengingatkan pemerintah menjaga keseimbangan pemanfaatan minyak sawit mentah (CPO) untuk kebutuhan energi, pangan, dan ekspor seiring implementasi mandatori biodiesel B50. Langkah tersebut dinilai penting agar upaya memperkuat ketahanan energi tidak memicu gangguan pasokan pangan maupun kerusakan lingkungan.
Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menilai kebijakan mandatori biodiesel B50 merupakan langkah positif untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Program tersebut dinilai mampu mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, menghemat devisa negara, sekaligus meningkatkan nilai tambah industri kelapa sawit.
Namun, di balik manfaat tersebut, Fahmy mengingatkan adanya potensi persaingan kebutuhan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) antara sektor energi, pangan, dan ekspor seiring meningkatnya permintaan bahan baku biodiesel.
“Penggunaan B50 menimbulkan trade off kebutuhan CPO lintas sektor, yakni energi, pangan, dan ekspor,” kata Fahmy dalam keterangan tertulis, Senin (20/7/2026).
Ia mengingatkan pengalaman krisis minyak goreng beberapa tahun lalu menunjukkan bahwa kenaikan harga CPO di pasar global mendorong produsen lebih memilih mengekspor produknya dibanding memenuhi kebutuhan domestik. Akibatnya, pasokan bahan baku minyak goreng di dalam negeri berkurang sehingga harga melonjak.
Menurut Fahmy, pemerintah perlu mengantisipasi tambahan permintaan CPO dari sektor energi agar kondisi serupa tidak kembali terjadi ketika implementasi B50 diperluas.
“Pemerintah harus melakukan mitigasi atas tambahan permintaan CPO untuk energi yang berpotensi memicu krisis minyak goreng yang lebih besar dibandingkan sebelumnya,” ujarnya.
Selain menjaga keseimbangan pasokan, Fahmy menekankan peningkatan produksi CPO untuk memenuhi kebutuhan energi, pangan, dan ekspor tidak boleh ditempuh melalui pembukaan lahan baru secara masif dengan mengorbankan kawasan hutan.
Ia menilai pengembangan perkebunan kelapa sawit harus mengedepankan prinsip keberlanjutan agar target swasembada energi dapat dicapai tanpa mengorbankan ketahanan pangan maupun kelestarian lingkungan.
“B50 seharusnya mampu mengatasi persoalan energi tanpa menimbulkan masalah baru berupa krisis pangan maupun pembabatan hutan,” pungkas Fahmy.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Implementasi Penuh Ekspor Satu Pintu PT DSI Dimulai 1 September 2026
ESDM Targetkan Seluruh SPBU Salurkan B50 Mulai 1 Oktober 2026
Gaikindo Buka-bukaan Hasil Uji B50 pada Mobil, Truk, dan Bus
Harga CPO Menguat, Prospek Ekspor Malaysia Membaik
Harga CPO Melemah Tipis, B50 Tahan Tekanan Pasar
Business 3 menit yang lalu Pemerintah Mesti Jaga Keseimbangan CPO untuk Energi, Pangan, dan Ekspor Pengamat ingatkan supaya B50 tak memicu krisis minyak goreng. Pasokan CPO harus dipastikan memenuhi kebutuhan energi, pangan, dan ekspor.
Macroeconomy 13 menit yang lalu Purbaya: PFII Perkuat Pembiayaan dan Ciptakan Lapangan Kerja PFII disiapkan memperdalam pasar keuangan, menarik investasi, memperkuat pembiayaan sektor riil, dan menciptakan lapangan kerja.
Market 22 menit yang lalu RMKO Raup Dana Rp 114,3 Miliar dari Rights Issue PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) berhasil menghimpun dana sebesar Rp 114,3 miliar melalui rights issue.
Market 1 jam yang lalu Harga Bitcoin (BTC) Menanjak ke US$ 65.000, Ini Pendorongnya Pasar aset kripto naik pada hari ini dengan total kapitalisasi pasar kripto mendekati US$ 2,22 triliun, naik sekitar 0,85% dalam satu hari.
Multimedia 1 jam yang lalu UMKM Jadi Sorotan, OJK Akui Kredit Masih Jadi PR Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui bahwa pertumbuhan kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama. Penyaluran
Market 1 jam yang lalu Saham Minyak Kembali Membara Saham MEDC dan ENRG menjadi emiten yang paling diuntungkan karena merupakan pemain hulu migas murni.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow