Harga Batu Bara Dunia Menguat Akibat Impor China Melonjak
Penguatan harga batu bara dunia terjadi di tengah kekhawatirban pasokan batu bara China yang memicu lonjakan impor batu bara kokas. Berdasarkan data perdagangan, dilansir dari Investor Daily, impor negara tersebut pada Juli 2026 menyentuh level tertinggi kedua sepanjang sejarah. Kenaikan harga batu bara Newcastle tercatat sebesar US$ 1 menjadi US$ 131,5 per ton untuk kontrak Agustus 2026.
Sementara itu, kontrak September 2026 naik US$ 2 ke posisi US$ 138,25 per ton, dan kontrak Oktober 2026 bertambah US$ 1,45 ke level US$ 139,75 per ton. Tren positif serupa dialami harga batu bara Rotterdam kontrak Agustus 2026 yang menguat US$ 0,8 menjadi US$ 124,55 per ton. Kontrak September 2026 turut melonjak US$ 1,55 menjadi US$ 127,2 per ton, serta kontrak Oktober 2026 naik US$ 1,15 mencapai US$ 128,15 per ton.
Data General Administration of Customs (GACC) mencatat impor batu bara kokas China menembus 13,62 juta ton pada Juli 2026. Angka tersebut menunjukkan kenaikan 11,8% dibandingkan Juni serta melonjak 41,7% dibandingkan periode yang sama pada Juli 2025.
Nilai impor batu bara kokas China pada Juli tercatat menyentuh US$ 1,83 miliar. Nilai ini meningkat 32,2% secara bulanan dan melonjak 126,8% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Penurunan Output Produksi Domestik China
Peningkatan ketergantungan pada pasokan luar negeri dipicu oleh kontraksi produksi batu bara mentah domestik. Perhitungan dari data China National Coal Association (CNCA) menunjukkan produksi dari 10 produsen terbesar China pada Juli mencapai sekitar 168 juta ton, atau turun 4,6% dibanding Juni.
Data National Bureau of Statistics (NBS) menunjukkan total produksi batu bara mentah nasional China pada Juli berada di kisaran 343 juta ton. Angka ini mengalami penurunan sebesar 10,1% secara bulanan, yang memperkuat kekhawatiran pasar terkait keterbatasan pasokan dalam negeri.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow