DPR Minta Pemerintah Mitigasi Dampak Konflik AS Iran

Smallest Font
Largest Font

Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran dinilai harus menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk memperkuat sektor pangan serta energi nasional, sebagaimana disampaikan oleh Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan pada Kamis (20/8/2026), dilansir dari Investor Daily.

Langkah pencegahan yang terukur perlu segera disiapkan oleh pemerintah lantaran gejolak geopolitik Timur Tengah berisiko memicu lonjakan harga minyak mentah, kenaikan ongkos logistik, hingga penekanan nilai tukar rupiah yang berimbas pada biaya produksi pangan.

"Dampaknya akan bergerak menyerupai efek domino. Saat harga minyak dan ongkos logistik melonjak, harga pangan impor ikut tertekan. Jika rupiah melemah terhadap dolar AS di saat bersamaan, beban impor Indonesia akan semakin membengkak," ujar Johan dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Guna meredam potensi krisis, beberapa opsi antisipasi diusulkan, seperti pengamanan stok BBM, perlindungan bagi kelompok rentan, hingga akselerasi produksi pangan dan pemanfaatan energi terbarukan lokal.

"Ketergantungan pada impor pangan dan energi adalah kerentanan strategis. Ketahanan pangan dan energi bukan sekadar isu ekonomi, melainkan bagian integral dari pertahanan negara," tegasnya.

Terkait rencana impor 1.000 ton beras dari AS, penjelasan transparan mengenai peruntukan komoditas tersebut juga turut diminta oleh Komisi IV DPR RI.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya telah menglarifikasi bahwa impor tersebut dikhususkan untuk beras klasifikasi tertentu seperti basmati dan bukan untuk konsumsi umum. BPS memperkirakan produksi beras domestik mencapai 28,71 juta ton hingga September 2026, sementara stok Bulog terjaga di angka 5,4 juta ton.

Di bidang energi, Presiden Prabowo Subianto memastikan pasokan BBM bersubsidi seperti Pertalite tetap stabil hingga Desember 2026. Pemerintah juga menggenjot program bioetanol E20 dan mandatori B50 demi mengurangi ketergantungan impor bensin yang mencapai 20 juta kiloliter per tahun.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed