Pemkab Lombok Tengah Fokus Tangani 320 Korban Kebakaran Desa Sade

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah memfokuskan penanganan pada pemulihan dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi 320 jiwa atau 120 kepala keluarga yang terdampak insiden kebakaran di Desa Adat Sade, Kecamatan Pujut, Nusa Tenggara Barat.

Musibah yang melanda pemukiman adat tersebut menyebabkan 89 unit bangunan ludes terbakar dan sisanya mengalami rusak ringan. Fasilitas umum seperti masjid, museum, serta tempat usaha mikro, kecil, dan menengah warga setempat turut terimbas kobaran api.

Pemerintah daerah bersama pihak terkait telah menyiapkan tempat pengungsian di rumah khusus masyarakat dan memusatkan posko logistik di gedung Koperasi Desa Merah Putih untuk menyalurkan bantuan kepada para korban.

"Korban yang terdampak mencapai 320 jiwa atau 120 kepala keluarga," kata Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri usai rapat koordinasi penanganan dampak kebakaran rumah adat Sade di Desa Rambitan, Lombok Tengah, dilansir dari Antara, Minggu (23/8/2026).

Proses penanganan darurat kini diprioritaskan pada pemenuhan stok makanan, pelayanan kesehatan, jaminan pendidikan, serta penyediaan tempat ibadah sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

"Kebakaran ini merupakan musibah yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya. Namun, kondisi tersebut menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen untuk segera melakukan penanganan," katanya.

Penyebaran api yang berlangsung cepat dipicu oleh material atap bangunan adat yang mayoritas berbahan dasar alang-alang kering, sehingga bangunan cepat rata dengan tanah dalam hitungan menit.

“Terutama karena atapnya ilalang. Ini mungkin menjadi referensi ketika terjadi sesuatu, terbakar habis karena atapnya ilalang. Ke depan tentu harus dipikir lebih jauh,” katanya.

Evaluasi konstruksi bangunan yang lebih aman belum menjadi fokus utama karena pemerintah memprioritaskan penyelesaian dampak sosial dan psikologis pascabencana terlebih dahulu.

“Yang kita pikirkan hari ini tentang bagaimana menangani dampak dalam waktu dekat, trauma healing anak-anak yang bersekolah. Kemudian kebutuhan akan makan pada saat hari ini dan tiga hari ke depan, menjaga kesehatan,” katanya.

Sebagian masyarakat korban kebakaran memilih untuk mengungsi sementara di kediaman sanak saudara mereka yang berada di sekitar area desa.

"Untuk posko logistik dipusatkan di gedung Koperasi Desa Merah Putih," katanya.

Penyebab pasti munculnya titik api hingga saat ini belum dipastikan oleh pihak berwenang mengingat kobaran api merambat sangat cepat saat kejadian.

"Jumlah kepala keluarga yang tinggal di sana sebanyak 120 KK dan untuk bangunan yang terbakar itu sebanyak 89 unit yang ludes dan sisanya kebakaran ringan," kata Kepala Desa Rambitan Lalu Winakse.

Peristiwa kebakaran besar yang melanda salah satu cagar budaya dan ikon pariwisata Lombok tersebut terjadi pada Sabtu (22/8) malam.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang baru tiba dari misi kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur langsung meninjau lokasi untuk memastikan proses evakuasi dan bantuan berjalan optimal.

Proses pemadaman dilakukan secara intensif oleh tim gabungan yang terdiri dari pemadam kebakaran, personel TNI-Polri, serta masyarakat setempat.

"Keselamatan warga yang diutamakan, termasuk penanganan pascakebakaran," kata Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed