Menpar Widiyanti memulihkan Desa Adat Sade pascakebakaran

Smallest Font
Largest Font

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memastikan pemulihan Desa Adat Sade di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menjaga nilai budaya dan autentisitas arsitektur tradisional Sasak. Desa itu terdampak kebakaran pada Sabtu (22/8/2026) malam yang memengaruhi kehidupan masyarakat dan ekosistem pariwisata.

Widiyanti menyampaikan keprihatinan serta empati kepada masyarakat Desa Adat Sade yang terdampak musibah. Ia menegaskan dampak kebakaran tidak hanya mengubah bangunan, tetapi juga menyentuh kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi warga yang menggantungkan hidup pada ruang tradisional desa.

"Sebagian besar masyarakat Sade merupakan pelaku pariwisata yang selama ini menjaga tradisi sekaligus menjadi bagian penting dari wajah pariwisata Lombok," kata Widiyanti dalam kunjungannya ke Desa Adat Sade, Kamis (27/8/2026), dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (29/8/2026), ujar Widiyanti. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Ia menjelaskan rumah-rumah tradisional di Sade bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang mencari nafkah sekaligus bagian dari sejarah dan identitas masyarakat Sasak yang diwariskan lintas generasi.

"Kami dari Kementerian Pariwisata bersama Poltekpar juga membantu, kami akan rapatkan dengan Pemda tentang bagaimana memulihkan kembali dan membangun kembali dan tentu sama-sama melibatkan masyarakat. InsyaAllah kita bisa berkolaborasi," ujar Widiyanti saat berbincang bersama Kepala Adat dan Masyarakat Sade. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Untuk menata langkah pemulihan, Kementerian Pariwisata menggelar rapat bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Forkopimda, Politeknik Pariwisata Lombok, serta pemangku kepentingan ekosistem pariwisata. Menurut data sementara per 27 Agustus 2026, terdapat 189 kepala keluarga dan 320 orang pelaku pariwisata di Sade yang terdampak.

Bangunan terdampak terdiri dari 75 unit rumah adat, 69 unit artshop, 8 unit lumbung alang, 1 unit menara pantau, 4 berugak sekenam, 6 berugak sakepat, 1 unit bale beleq (Museum), serta sejumlah fasilitas lainnya, sebagaimana dicatat pemerintah provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Tengah bersama Tim Lapangan Poltekpar Lombok.

Pemulihan Desa Adat Sade dibahas dalam empat langkah jangka panjang: pembentukan tim kerja lintas kementerian dan lembaga dengan pendataan terperinci, pengumpulan dana melalui satu akun donasi, penyusunan master plan rekonstruksi bersama pemangku kepentingan dan masyarakat, serta penyediaan proteksi kebakaran terintegrasi termasuk titik APAR komunal serta embung penampungan air darurat.

Rakor juga membahas empat langkah jangka pendek: penyediaan dan distribusi stok makanan, pembuatan dapur umum dan bantuan logistik melalui Kementerian Pariwisata/Politeknik Pariwisata Lombok bersama BNPB, TNI/POLRI, dan PMI, program pemberdayaan termasuk trauma healing serta bimbingan teknis SOP tanggap darurat dan evakuasi wisatawan, serta pendampingan pembangunan usaha dengan dukungan lintas sektor termasuk bantuan alat tenun dan realokasi tempat sementara.

Pembangunan ditargetkan selesai menjelang peak season, khususnya momentum penyelenggaraan MotoGP di Mandalika, dengan museum sementara dan masjid sebagai fasilitas untuk kebutuhan warga dan pengunjung.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed