Kebakaran Hanguskan 75 Rumah Adat Sade di Lombok Tengah
Kebakaran hebat melanda permukiman tradisional Suku Sasak di Desa Adat Sade, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu, 22 Agustus 2026 malam. Insiden tersebut menghanguskan sedikitnya 167 bangunan, termasuk 75 rumah adat dan puluhan toko kerajinan.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.05 WITA ini disinyalir dipicu oleh korsleting listrik dari area Pohon Cinta. Rapatnya jarak antarbangunan berbahan atap jerami membuat kobaran api dengan cepat merambat ke seluruh area kawasan pemukiman.
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia mencatat kerugian fisik mencakup 75 rumah adat, 69 toko kerajinan, 8 lumbung alang, serta sejumlah fasilitas umum. Selain bangunan, berbagai benda pusaka seperti keris, tombak, peralatan seni Peresean, Gendang Beleq, hingga manuskrip kuno berbahan Sanskerta ikut musnah terbakar.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa penanganan darurat akan berfokus pada pengamanan sisa material budaya dan dokumentasi sejarah dari para tetua adat.
"Prioritas utama dalam fase tanggap darurat ini adalah mengamankan dan mengidentifikasi seluruh objek material yang tersisa, baik penyelamatan fisik maupun non-fisik," kata Fadli Zon, Menteri Kebudayaan.
Upaya pencarian sisa-sisa kain tenun dan fragmen pusaka terus dilakukan di tengah reruntuhan bangunan.
"Yaitu mendokumentasikan ingatan, cerita rakyat, sejarah lokal, dan pengetahuan tradisional langsung dari para tetua adat agar memori kolektif masyarakat Sade," kata Fadli Zon, Menteri Kebudayaan.
Pemerintah menyiapkan empat tahap pemulihan yang meliputi pemugaran fisik menggunakan bahan tradisional, penyediaan alat tenun bagi warga, serta rekonstruksi sejarah melalui duplikasi manuskrip kuno yang tersimpan di Museum NTB.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow