Pemerintah Targetkan Perpres Ojek Online Rampung Bulan Depan
Pemerintah menargetkan penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur transportasi online atau ojek online (ojol) rampung paling lambat awal bulan depan. Hal ini disampaikan usai rapat koordinasi di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/8/2026), dilansir dari Detik Finance.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa penyelesaian aturan tersebut sedang ditargetkan selesai dalam waktu dekat oleh pihak pemerintah.
"Kami targetkan bulan ini dan paling lambat awal bulan depan sudah bisa kita terbitkan Perpres yang mengatur tentang transportasi online ini," ujar Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.
Rapat koordinasi bersama Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad tersebut menghasilkan kesepahaman mengenai cakupan Perpres. Aturan ini tidak hanya memuat regulasi angkutan penumpang, tetapi juga mencakup pengangkutan barang dan layanan makanan.
Dalam pembagian wewenang, Kementerian Perhubungan akan mengatur tarif angkutan orang, sedangkan Komdigi menetapkan tarif barang dan makanan. Pihak Kementerian UMKM ditunjuk untuk menaungi para pelaku transportasi online.
"Alhamdulillah, pada hari ini kami telah melakukan finalisasi. Karena yang diatur bukan cuma untuk urusan ojol angkutan orang saja, tapi ini sudah masuk angkutan barang dan makanan. Di mana nanti tarif barang dan makanan itu diatur oleh Komdigi, dan tarif angkutan orang diatur oleh Kementerian Perhubungan. Dan pelaku transportasi online ini akan diatur dan dinaungi oleh Kementerian UMKM," ujar Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR.
Proses selanjutnya adalah harmonisasi regulasi yang melibatkan organisasi pelaku transportasi online serta perusahaan aplikator sebelum Perpres resmi diterbitkan.
"Dan setelah finalisasi hari ini, kementerian akan melakukan harmonisasi dengan melibatkan pelaku transportasi online seperti organisasi-organisasi dan kemudian juga aplikator-aplikator sebelum kemudian akan dikeluarkan Perpres-nya," ujar Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR.
Kementerian UMKM dijadwalkan segera menggelar pertemuan langsung bersama komunitas, asosiasi ojol, dan aplikator guna menyerap aspirasi akhir.
"Dan Insyaallah dalam waktu dekat ini kami dari Kementerian UMKM akan bertemu dengan beberapa asosiasi dan komunitas ojol dan juga aplikator untuk memfinalisasi semua. Pada prinsipnya tujuannya adalah bagaimana saudara-saudara kita ojol betul-betul bisa tumbuh, bisa sejahtera, dan mereka tidak hanya sekedar mendapatkan pendapatan dari tarif dari penarikan ojol saja, tapi dari usaha-usaha yang lainnya," ujar Maman Abdurrahman, Menteri UMKM.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow