Pemerintah Siapkan Insentif Motor Listrik Baterai Nikel dan LFP

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Indonesia menyiapkan skema insentif untuk kendaraan listrik berbasis baterai Nickel Manganese Cobalt dan Lithium Iron Phosphate. Kebijakan ini dirancang guna memperkuat rantai pasok hilirisasi nikel serta manufaktur baterai nasional pada Jumat (28/8/2026).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengalokasikan insentif sebesar Rp5 juta per unit untuk 100.000 unit sepeda motor listrik. Pemerintah juga menyiapkan fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah sebesar 40 persen hingga 100 persen bagi 100.000 unit mobil listrik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengonfirmasi prioritas insentif diarahkan pada kendaraan listrik berbasis nikel. Bahlil menilai baterai berbahan dasar nikel memiliki keunggulan jarak tempuh yang lebih jauh ketimbang jenis LFP, meski biaya produksinya relatif lebih tinggi.

Di ranah manufaktur, Indonesia Battery Corporation bekerja sama dengan mitra global mengoperasikan pabrik sel baterai di Karawang berkapasitas awal 6,9 GWh. Langkah ini menjadi bagian dari pembangunan rantai pasok terintegrasi dari pertambangan hingga kendaraan listrik.

Project Coordinator ENTREV Eko Adji Buwono mengapresiasi pemberian insentif tersebut sebagai dorongan bagi industri manufaktur berdaya saing tinggi.

"Dampak yang paling nyata meliputi peningkatan nilai tambah mineral, penciptaan lapangan kerja, pengurangan impor baterai, serta berkurangnya impor bahan bakar minyak seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik," kata Eko Adji Buwono, Project Coordinator ENTREV.

Di pasar domestik, varian kendaraan listrik berbasis LFP makin diminati karena keunggulan faktor keselamatannya. Praktisi otomotif mencatat perbedaan karakteristik bahan baku antara LFP dan baterai berbasis nikel.

"Poin plusnya hanya faktor safety dari terbakar atau thermal runaway," kata Abdullah, Pemilik Bengkel Dolland Motor Electric.

Abdullah menjelaskan bahwa sel baterai LFP yang mengalami kerusakan fisik tidak langsung memicu ledakan atau api besar, melainkan hanya mengeluarkan asap tebal. Kendati demikian, LFP memiliki bobot lebih berat dan ukuran lebih besar ketimbang tipe NMC.

Saat ini, pasar Indonesia telah diisi sejumlah produsen yang menawarkan motor listrik baterai LFP maupun Lithium-ion, seperti ALVA Cervo seharga Rp37,75 juta, Polytron Fox-R Rp13,5 juta, Gesits Raya Rp20,9 juta, United TX1800 Rp26,9 juta, hingga Selis E-Max Lithium Rp16,99 juta.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed